Friday, December 21, 2012

Membangun Industri Komoditas Rumput Laut Indonesia yang Berdaya Saing Tinggi

Rumput laut banyak dimanfaatkan dalam bidang makanan seperti karagenan dan agar-agar, serta dalam bidang farmasi dan kedokteran, industri kertas, dan pupuk. Rumput laut dapat digunakan sebagai pupuk karena di dalam rumput laut banyak mengandung bakteri seperti probiotik. Di bidang farmasi dan kedokteran, rumput laut dapat digunakan untuk membuat kapsul. Selain digunakan bidang pangan, rumput laut juga dapat digunakan untuk membuat batu bata. Batu bata berbahan baku rumput laut ini diproduksi dalam rangka kebijakan "go green", namun disisi lain produksinya dinilai sulit karena diperlukan oven. Jerman banyak mengimpor rumput laut Indonesia sebagai bahan baku pembuatan blok bata, pupuk, keramik dan kertas. Produk hasil olahan bahan baku asal Jerman ini berlabel "Grable Brick" dan "Grable Block".

Rumput laut banyak ditemukan di Indonesia, 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari lautan yang dapat digunakan sebagai areal budidaya rumput laut. Budidaya rumput laut dapat dilakukan secara sederhana, yang hanya membutuhkan bambu, tali dan perahu. Budidaya rumput laut tidak membutuhkan waktu yang lama (sekitar 45 hari). Rumput laut Indonesia sebagian besar diekspor dalam bentuk mentah dan setengah jadi sehingga nilai jualnya sangatlah rendah. Ekspor rumput laut kini makin terkendala dengan adanya persyaratan yang harus dimiliki oleh produsen, yaitu harus memiliki sertifikat keamanan produk seperti SKP, HACCP, H.C, GMP, SSOP, dan "trace ability". Standarisasi dan sertifikasi ini diperlukan untuk menjamin mutu dan keamanan rumput laut.

Jenis-jenis rumput laut yang biasa dimanfaatkan, antara lain: (1) Gracillaria, jenis rumput laut ini dimanfaatkan untuk agar-agar dan pakan ternak, (2) Eucheuma cotonii, jenis rumput laut ini dimanfaatkan untuk karaginan dan (3) Sargassum, jenis rumput laut ini dimanfaatkan sebagai alginat. Seiring dengan makin meningkatnya persyaratan untuk ekspor, budidaya rumput laut di Indonesia juga terkendala dengan adanya (1) adanya hewan pengganggu yang menjadi perusak rumput laut, (2) adanya penyakit yang menyerang rumput laut (terjadi kepatahan bagian rumput laut sebelum panen) dan (3) belum diterapkan sepenuhnya kebijakan dari pemerintah dalam menangani jaminan mutu rumput laut sehingga menyebabkan rendahnya nilai jual rumput laut.

Ulasan ini disarikan dari pertemuan Temu Regional Masyarakat Pangan Jawa Tengah pada tanggal 17 Desember 2012 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Acara ini diadakan atas kerjasama Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI) cabang Semarang dan Indonesian Food Technologist Community (IFT Community) yang menghadirkan pembicara utama Ir. Widodo Farid Ma'ruf, MSc., PhD. (ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia). Kegiatan regional ini berlangsung secara meriah dengan dihadiri oleh 40 anggota PATPI yang tersebar di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Artikel ini ditulis oleh kontributor IFT Community: A. N. Nefasa, E. C. Wulandari, dan O. R. Puspitarini.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, December 15, 2012

Seminar Internasional tentang Bakteri Asam Laktat di Indonesia

Indonesian Society for Lactiv Acid Bacteria (ISLAB) merupakan organisasi yang dikelola oleh para ilmuwan bakteri asam laktat di Indonesia. Pada tanggal 25 Januari 2013 akan mengadakan internasional seminar yang keempat kalinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Panitia seminar mengundang para peneliti di bidang ini untuk ikut serta berpartisipasi secara aktif dengan ikut serta sebagai peserta oral ataupun peserta poster. Pendaftaran dapat dilakukan denggan cara online melalui http://islab.tp.ugm.ac.id/index.php/online-registration-4th-ic-islab/

Biaya pendaftaran mulai dari Rp. 150.000 dan panitia akan mengumumkan peserta yang diterima sebagai oral atau poster presenter pada tanggal 31 Desember 2012. Indonesian Food Technologist Community (IFTC) selaku organisasi bidang pangan nasional, menghimbau para anggotanya untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini. IFTC selaku media partner dari ISLAB akan selalu mengupdate informasi mengenai perkembangan seminar ISLAB ini.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, December 1, 2012

Indonesia Japan Innovation Convention (Bandung, 2012)

Indonesia-Japan Innovation Convention merupakan ajang pertemuan antara Indonesia dan Jepang dalam bidang edukasi, teknologi, dan ekonomi, baru-baru ini telah diselenggarakan di Gedung Sabuga Komplek ITB Bandung pada hari Jumat 30/11. Pertemuan kali ini merupakan ajang yang ke 54 dan tahun depan merupakan pertemuan yang ke-55 dan akan diselenggarakan secara lebih meriah lagi.

Perlu diketahui, kerjasama dengan pemerintah Jepang, merupakan kerjasama yang menyeluruh, artinya meliputi seluruh unsur kehidupan masyarakat, baik secara politik, akademik, ekonomi, penanganan bencana, dan energi. Kini tengah dirintis kerjasama dalam hal asuransi dan kesehatan. Terjalinnya hubungan Indonesia dan Jepang makin dipererat terutama karena posisi Indonesia yang naik posisinya ke emerging country, demikian diungkapkan oleh ketua penyelenggara, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng. Lanjutnya, tahun 2030, indonesia akan menjadi pasar terkuat nomor tujuh di dunia. Selain itu, tenaga edukasi di ITB hingga saat ini, 30% staf ITB adalah lulusan dari Jepang. Dr Idwan Suhardi, mewakili BPPT, menambahkan bahwa kerjasama selama 50 tahun yg telah berjalan, banyak hal yang telah dilakukan dan 50 tahun kedua perlu ditingkatkan lagi. Ginanjar kartasasmita sangat berjasa dalam lahir dan tumbuhnya program ini.

Dr Michiharu Nakamura dari Japan Science and Technology Agency (JST) menegaskan bahwa tahun 1995 merupakan base point dari JST dalam ikut serta mendukung kerjasama ini. JST mendanai berbagai macam kegiatan seperti perkembangan network resources dan restrong information technology. JST juga sangat mendukung lahirnya penemu-penemu baru terutama dalam meraih nobel.

Pada kesempatan ini, Ginanjar Kartsasmita menekankan, pola kerjasama saat ini adalah equal, artinya tidak ada lagi eksploitasi, tidak ada lagi penindasan dan pemaksaan. Indonesia perlu menjadi Kore nomor dua, artinya kerjasama dengan Korea yang selama ini telah dijalankan, juga perlu dilaksanakan di Indonesia karena Indonesia menang tiga kali lipat terutama dalam pangsa pasar.

Dalam bidang pangan, kerjasama lebih diarahkan kepada penemuan unsur fungsional yang menunjang kesehatan dan akan direncanakan sebagai bagian dari program 50 tahun kedepan. Beruntung, acara ini dapat dihadiri oleh wakil dan simpatisan dari IFT Community: Prof. Dr. Ir. YS. Darmanto, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Anang M Legowo, dan Ahmad N Al-Baarri, PhD.


-----------------------------------------------------

Sunday, November 4, 2012

Hujan dan Kemarau Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Tanaman pangan dimanapun berada, selalu tergantung pada musim. Sebagai contoh, tanaman gandum dapat berproduksi secara optimal hanya di negara empat musim. Sementara buah-buahan, akan banyak dihasilkan dari negara dengan dua musim. Perlu ditekankan disini bahwa istilah "musim" berbeda dengan istilah "cuaca" dan "iklim". Seringkali diantara kita terdapat keraguan tentang definisi musim dan iklim padahal dua hal ini adalah hal utama yang mempengaruhi produksi tanaman pangan. Artikel ini akan membawa kita kearah yang lebih dekat lagi untuk lebih mengenai musim dan iklim. Mari kita simak bersama.

Musim adalah selang waktu dengan cuaca yang paling sering terjadi atau mencolok, misalnya musim hujan adalah rentang waktu yang anyak terjadi hujan, musim kemarau rentang waktu yang sedikit hujan , musim dingin rentang waktu dengan suhu udara selalu rendah dan musim panas rentang waktu dengan suhu udara selalu tinggi. Di Indonesia yang paling dikenal adalah musim yang didasarkan atas seringnya atau banyaknya curah hujan sehingga dikenal musim hujan dan musim kemarau.

Untuk menandai musim hujan dan musim kemarau tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggunakan kriteria banyaknya curah hujan selama setiap sepuluh hari atau yang sering disebut dengan "dasarian". Penetapan dasarian dimulai dari tanggal 1 Januari. Dasarian pertama adalah satuan waktu sepuluh hari dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 10 Januari, dasarian kedua dari tanggal 11 Januari sampai sampai dengan tanggal 20 Januari. Untuk bulan yang memiliki jumlah hari 31, dasarian ketiga ditetapkan dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 31, sedangkan untuk bulan Februari, dasarian ketiga dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 28 atau 29 Februari.

Awal musim didefinisikan sebagai dasarian awal mulainya musim. (BMKG) mengeluarkan aturan bahwa untuk permulaan musim kemarau, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010). Sedangkan untuk permulaan musim hujan, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010).

Awal musim hujan atau kemarau di setiap daerah untuk setiap tahunnya berbeda-beda tergantung pada faktor kondisi dan tatanan cuaca lainnya dalam skala besar. Panjang musim pun di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan letak geaografisnya, unsur cuaca/iklim Indonesia mempunyai variasi musiman. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. Oleh karena itu di Indonesia dikenal dengan musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Pada umumnya sewaktu matahari berada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret , curah hujan akan lebih banyak jika dibandingkan sewaktu matahari berada di belahan bumi utara dari bulan April sampai september. Namun, di daerah-daerah tertentu belum tentu demikian karena adanya faktor lokal.

Penulis:
Akhmad Fadholi
BMKG

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, October 18, 2012

Koperasi: Atasi Kelaparan Dunia (World Food Day 2012)

FAO pada tahun ini mengangkat tema hari pangan sedunia (16 Oktober) dengan "Agricultural cooperatives : Key to feeding the world" yang artinya: kerjasama bidang pertanian adalah kunci suksesnya pemberantasan kelaparan. Kelaparan masih menjadi topik yang perlu diangkat menjadi isu global. Menurut FAO, kurang lebih satu dari tujuh orang menderita kelaparan, namun bukan berarti pertanian tidak mampu memberi makan semua manusia di dunia. Permasalahan kelaparan ini dapat terjadi karena adanya keterbatasan akses untuk mendapatkan sumber pangan.

Salah satu contoh krisis pangan yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini, misalnya yang terjadi di Haiti pada tahun 2008, yang menyebabkan rata-rata penduduknya mengalami kekurangan 22% kebutuhan kalori harian, sementara diwaktu yang sama, pemerintah Kanada mengeluarkan intensif sebesar $225 dari tiap babi yang dibunuh karena populasinya meningkat, dan tidak ada satu ekorpun babi yang dikirim ke Haiti.

Sejak 1970an, produksi pangan semakin mendunia dan dan makin terpusat. Beberapa negara telah mendominasi perdagangan makanan pokok di dunia. Tercatat sebanyak 80% ekspor gandum berasal hanya dari enam negeri, demikian pula halnya dengan produksi 85% beras. Tercatat sebanyak tiga negeri mampu memproduksi sebanyak 70% ekspor jagung (Hattingh). Bahkan perusahaan besar telah berhasil mengontrol perdagangan pertanian. Sebagai contoh, Cargill dan Bunge secara efektif mengontrol produksi jagung dunia, yang artinya hanya merekalah yang menentukan seberapa banyak hasil tanaman tiap tahun.

Menurut hasil sebuah penelitian, produksi pangan global telah melampaui pertumbuhan penduduk yang artinya, jumlah produksi pangan dunia telah dinilai lebih dari cukup untuk memberi makan semua manusia di dunia. Menurut FAO jumlah pangan yang diproduksi oleh dunia cukup untuk menyediakan 2800 kalori per hari bagi tiap orang (Mousseau, 2005). Jadi "seharusnya" tidak ada orang yang kelaparan di dunia ini. Mahatma Gandi berkata, "seluruh isi bumi ini cukup untuk memenuhui kebutuhan semua manusia, namun isi bumi ini tidak mampu memenuhi kebutuhan satu orang yang serakah"

Koperasi sebagai kunci untuk mengatasi kelaparan
Kerjasama bidang pertanian dalam konteks ini, dapat diartikan sebagai koperasi. Keberadaan koperasi ini mampu berkontribusi besar terhadap pertanian dengan membantu penyediaan akses informasi, peralatan atau layanan yang dibutuhkan petani. Hal inilah yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan produksi pangan, memasarkan barang, menciptakan lapangan pekerjaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan keamanan pangan global.

Koperasi mampu memberikan petani sebuah kekuatan pasar dan mendapatkan harga yang lebih baik, dan juga dengan koperasi dapat memfasilitasi partisipasi petani dalam pengambilan keputusan. Jika 1 milyar petani menjadi anggota koperasi maka diperkirakan akan menghasilkan 100 juta pekerjaan di seluruh dunia dan semua anggota dapat berpartisipasi dalam kegiatan produksi, pembagian keuntungan, pembagian resiko yang mengakibatkan daya tawar yang lebih baik bagi anggotanya di pasar.
Koperasi merupakan suatu bentuk organisasi bisnis namun berbeda dengan model sebuah perusahaan. Perusahaan bertujuan untuk mengejar profit setinggi-tingginya untuk para pemegang saham, sedangkan koperasi berusaha untuk memaksimalkan manfaat yang mereka hasilkan untuk kepentingan anggota. Hampir 900 juta orang kelaparan didunia ini dan 70% tinggal di daerah pedesaan dimana pertanian merupakan andalan perekonomian. Kehadiran koperasi di pedesaan diharapkan mampu menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan, karena kita semua sadar bahwa sesuatu yang terorganisir itu pasti lebih baik dalam mengatasi masalah apapun.

Penulis:
Februadi Bastian, STP., M.Si
Dosen Program Studi Teknologi Pangan
Jurusan Teknologi Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Sumber Pustaka:
http://www.februadi.com
Frederic Mousseau, Food Aid or Food Sovereignty? Ending World Hunger in Our Time. Oakland Institute, 2005
UN Food and Agriculture Organization. Key Statistics Of Food And Agriculture External Trade. http://www.fao.org/es/ess/toptrade/trade.asp?lang=EN&dir=exp&country=100
Shawn Hattingh. "Liberalizing Food Trade to Death." MRzine, May 6, 2008. http://mrzine.monthlyreview.org/hattingh060508.htm
http://www.fao.org/getinvolved/worldfoodday/en/
http://www.oxfamamerica.org/campaigns/food-justice/world-food-day
http://nefos.org
http://en.wikipedia.org/wiki/World_Food_Day

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, October 6, 2012

Prof. Rindit sebagai ketua umum PATPI periode 2012-2014

Secara khusus IFT Community mengucapkan selamat atas dilantiknya Prof. Dr. Rindit Pambayun sebagai ketua umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI) untuk periode 2012-2014. Pelantikan ini dilaksanakan bertepatan dengan acara kongres yang dihadiri oleh anggota PATPI pada 3 Oktober 2012. Acara ini dimulai dengan laporan pertanggungjawaban ketua PATPI lama, Dr. Dahrul Syah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan rekapitulasi perhitungan suara. Prof. Rindit (tampak dalam foto, keempat dari kanan) dinilai menang telak atas saingannya, yaitu Prof. Achmad Subagio dan Prof. Giyatmi. Semoga dengan terbentuknya pengurus yang baru, kegiatan PATPI dapat lebih meriah dan lebih bermakna. IFT community juga berharap dapat melakukan kerjasama dibidang teknologi pangan khususnya untuk kemajuan teknologi di Indonesia.

Photo by Ayusta.
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Sunday, September 23, 2012

Industri Kuliner Indonesia Makin Perlu Diwaspadai

Patpi cabang Semarang telah mengadakan pertemuan rutin regional dalam rangka Temu Ilmiah Masyarakat Pangan Jawa Tengah di Universitas Semarang (15/9). Pada pertemuan kali ini, Patpi cabang Semarang menggelar pertemuan bersama dengan Lembaga Pengawas Kebijakan Publik (LPKaP). Bertindak sebagai pembicara adalah Bapak Jede Kuncoro, ketua LPKaP yang mengangkat tema: "Industri Kuliner Siap Saji, Amankah?"

Jede Kuncoro menandaskan bahwa perkembangan pangan dewasa ini tidak lepas dari penggunaan bahan tambahan pangan dan aspek perkembangan mikroorganisme. Indonesia adalah negara dengan iklim yang sangat cocok untuk perkembangan bakteri, sehingga makanan tidak dapat disimpan dalam ruang terbuka yang cukup lama.

Keracunan pangan juga terus melanda Indonesia. Contohnya pada tahun 2011 bulan November di Sulawesi Tengah Kabupaten Sigi, dilaporkan tiga orang tewas setelah makan sejenis sop kacang merah. Sebanyak 186 orang keracunan setelah menyantap masakan pada hajatan di wilayah Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja. Seorang siswi SMP di Semarang telah tewas akibat mengkonsumsi minuman berkarbonasi di kantin sekolahnya.

Peristiwa ini mestinya harus dicermati semua kalangan termasuk pemerintah dengan membuat kebijakan pangan. Masyarakat juga terus diminta waspada dengan makanan yang dikonsumsinya.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Sunday, September 16, 2012

Fak. Peternakan & Pertanian UNDIP buka Program Studi Agroteknologi

Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP pada tahun depan, dipastikan menerima mahasiswa baru dari jalur SNMPTN. "Direncanakan akan ada tempat sebanyak 60 kursi untuk jalur ini", tegas Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Prof. Dr. Ir. V. Priyo Bintoro, MAgr. Hal ini dapat dilaksanakan menyusul disetujuinya ijin pembukaan program studi Agroteknologi. Tim pendirian Program Studi S1 Agroteknologi kini sedang mematangkan sistem akademiknya sehingga tahun depan dapat benar-benar siap menerima mahasiswa baru.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Fak. Peternakan dan Pertanian UNDIP sedianya membuka tiga program studi S1 baru untuk tahun ini: Teknologi Pangan, Agroteknologi, dan Agribisnis. Namun tahun ini baru dapat menerima mahasiswa baru untuk program studi Teknologi Pangan.


------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Tuesday, September 11, 2012

Conjugated Linoleic Acid dan Fungsi bagi Tubuh

Conjugated Linoleic Acid atau CLA merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan geometris turunan dari asam lemak yang mengandung ikatan rangkap terkonjugasi. Asam lemak terkonjugasi memiliki banyak bentuk yang diakibatkan oleh proses konfigurasi, namun bentuk utamanya adalah cis 9,trans 11-CLA yang terdapat pada produk pangan hasil hewan ruminan.

Sumber utama asam linoleat terkonjugasi berasal dari daging (daging sapi dan daging kambing), susu dan keju. Penelitian yang banyak dilakukan oleh para ilmuan, mengambil senyawa asam lemak terkonjugasi dari minyak tanaman yang banyak mengandung asam linoleat seperti biji bunga matahari, minyak zaitun, minyak kelapa sawit. Salah satu contoh substansi yang telah terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan berat badan dan kanker.

CLA dapat menurunkan kadar kolestrol dalam darah, sehingga dapat mengurangi masalah kegemukan / obesitas. Dengan meminimalisir resiko terkena obesitas, tingkat resiko terkena penyakit terutama kardiovaskular(serangan jantung dan kanker) juga dapat berkurang.

Dikompilasi oleh A. Nitia Nefasa, Mahasiswa Magister Ilmu Ternak FPP UNDIP.
Image dari http://facultystaff.vwc.edu

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Pesan istimewa Dahlan Iskan kepada mahasiswa UNDIP

Kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP ke-48 telah diselenggarakan pada hari Sabtu (9/9) di Gedung Serba Guna dan Gedung Aula Kampus FPP UNDIP, telah melibatkan kurang lebih 600 mahasiswa dan dosen. Kuliah umum yang mengangkat tema: "Membangun Motivasi Kewirausahaan Menuju Ketahanan Pangan" sedianya dilaksanakan dengan menghadirkan Menteri BUMN sekaligus pemerhati bidang pertanian, Dahlan Iskan. Namun karena kondisi beliau yang tidak memungkinkan datang, maka acara kuliah ini diselenggarakan secara telewicara melalui fasilitas handphone.

Dalam kesempatan ini, beliau menegaskan terutama kepada mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa yang aktif dalam kuliah, aktif di bidang kemahasiswaan dan aktif dalam kegiatan wirausaha karena situasi Indonesia saat ini dinilai sangat kondusif untuk melaksanakan ketiga hal tersebut. Beliau juga memberi semangat kepada mahasiswa baru untuk selalu aktif di tengah-tengah masyarakat karena setelah lulus, nantinya akan hidup sebagai orang yang pintar ditengah masyarakat dengan kondisi ekonomi yang cukup baik,

Selain itu, kuliah umum ini juga menghadirkan dua sosok pemerhati bidang wirausaha di tingkat UNDIP yaitu Agung Budiatmo, S.Sos, M.M dan pengusaha sukses dari alumni FPP UNDIP, Ir. Wasdiro yang masing-masing membawakan tema dengan "Program Mahasiswa Wirausaha" dan "Kiat Sukses Berwirausaha".

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, September 6, 2012

Dahlan Iskan Bicarakan Pangan dan Pertanian di UNDIP

ift.or.id - Semarang. Dahlan Iskan merupakan tokoh yang dapat dijadikan rujukan bagi semua kalangan terutama masyarakat pendidikan Indonesia. Selama ini Dahlan Iskan dikenal sebagai tokoh yang banyak kaitannya dengan listrik, mulai dari PLN hingga mobil listrik. Setelah beberapa bulan lalu juga mengadakan kunjungan ke Semarang (UNDIP - red), maka pada akhir minggu ini, beliau direncanakan untuk kembali hadir di UNDIP.

Pada kesempatan ini Dahlan Iskan akan berbicara tentang pertanian, peternakan, dan pangan, oleh karena itu, semua civitas akademika FPP Undip akan sangat rugi jika tidak hadir pada acara ini. Acara temu ilmiah bersama Dahlan Iskan direncanakan pada hari Sabtu (8 September) di kampus Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP.
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Tuesday, September 4, 2012

Pemerintah Fokuskan Dana Penelitian untuk Riset Pangan

Perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, ditantang untuk melakukan penelitian nasional di bidang pangan dan energi. Hasil riset diharapkan mampu menjadi pengalih dan menghasilkan sumber daya pangan serta energi yang inovatif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kementerian telah mengalokasikan anggaran khusus untuk riset pangan dan energi yang diambil dari kerangka dana abadi pendidikan yang jumlahnya berkisar antara Rp 750 miliar-Rp1 triliun. Pemerintah akan mengambil 30 persen dari bunga dana abadi ini untuk membayai riset pangan dan energi.

Untuk tahap awal, dana ini hanya diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun ke depan, kampus-kampus lain juga berpeluang mendapatkannya.

"Riset nasional ini salah satu cara untuk menguatkan urusan pangan dan energi. Oleh karena itu akan dialokasikan secara khusus," ungkapnya seusai membuka OSN XI di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (3/9/2012).

"IPB kita jadikan sebagai leading sector dan dapat mengajak kampus lain. Uangnya ada, maka kampus kita tantang untuk melakukan penelitian yang sifatnya nasional dan untuk kebutuhan nasional," lanjutnya kemudian.

Kementerian mengalokasikan anggaran khusus kepada IPB untuk mengembangkan produk-produk pertanian guna menutupi kebutuhan pangan nasional. Alokasi dananya akan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang sangat sentral, seperti kedelai, gandum, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

"Masak urusan kedelai dan beras saja harus impor. Kami akan kembangkan dukungan penuh, yakni bahwa IPB bisa," kata Nuh.

Sejak beberapa tahun lalu, Kemendikbud menyisihkan sebagian anggarannya untuk dana abadi pendidikan melalui deposito. Penggunaan dana ini dikhususkan untuk tiga keperluan, yakni untuk beasiswa, bencana alam, dan penelitian.

Sumber berita dan image: http://kompas.com

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, August 31, 2012

Formulir Registrasi Akademik Mahasiswa PS S-1 Teknologi Pangan UNDIP

Untuk kelancaran proses belajar mengajar dan untuk keperluan komunikasi secara online, maka seluruh mahasiswa S1 Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro diwajibkan untuk mengisi database. IFT community akan membantu mengumpulkan database tersebut dan tidak akan digunakan untuk tujuan komersial. Silakan diisi melalui
link ini. Atau langsung mengisi formulir berikut ini:



------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, August 30, 2012

Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan: Jauh dari Jurnal Hitam

Baru-baru ini telah ramai dibicarakan oleh masyarakat peneliti dan pendidikan tentang jurnal yang terkena black list. Yang sangat disayangkan, ternyata jurnal yang kena black list tersebut adalah juga terdapat jurnal nasional yang diterbitkan oleh PTN terpandang. Hal yang menjadi pertanyaan adalah mengapa jurnal tersebut menjadi jurnal yang terkena black list? Kenapa tiba-tiba ada pengumuman tersebut dari LIPI (dalam hal ini file jurnal yang terblack list justru masuk ke dalam server Universitas Brawijaya, bukan di LIPI).

Lepas dari semua itu, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan bukan termasuk dalam kategori jurnal hitam karena tim redaksi benar-benar mencermati hal-hal berikut ini:
1. Tidak ada toleransi terhadap topik makalah atau isi makalah yang terbukti menjiplak.
2. Selalu ada review di setiap makalah yang akan diterbitkan sehingga isinya selalu dapat dipertanggungjawabkan.
3. Selalu menjunjung tinggi asas kualitas makalah. Semakin berkualitas topik yang ditulis, semakin tinggi angka penerimaannya.
4. Tim redaksi tidak pernah kekurangan makalah dan penolakan makalah yang tidak berkualitas selalu terjadi.

Semoga peristiwa ini dapat dicermati untuk kita semua.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, August 29, 2012

Santan Kelapa: Penentu Kualitas Es Krim

Santan kelapa merupakan sumber lemak yang dapat digunakan untuk berbagai hal dengan tujuan bermacam-macam, mulai dari pemerkaya rasa, penambah kesukaan, hingga penambah sifat fungsional suatu produk pangan. Es krim merupakan produk pangan yang sarat akan kandungan lemak dan tanpa lemak yang cukup, maka es krim tidak akan berkualitas bagus.

Beru-baru ini telah dilakukan penelitian dengan menggunakan krim santan kelapa untuk meningkatkan kualitas es krim. Pemberian krim santan kelapa ternyata memberikan pengaruh yang cukup nyata terhadap kualitas es krim. Sebuah penelitian yang telah dilakukan dengan menambahkan krim santan kelapa pada adonan es krim ternyata dapat meningkatkan angka overrun namun dapat meningkatkan kecepatan leleh. Kombinasi krim susu dan krim santan kelapa pada taraf perbandingan tertentu juga dapat meningkatkan kesukaan konsumen terhadap es krim. Artikel penelitian secara lebih lengkap dapat disimak melalui link ini: http://journal.ift.or.id/node/36.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Sunday, August 26, 2012

Hari ini: Pengumuman Peserta Lolos Ujian Masuk Teknologi Pangan Undip

Setelah dilangsungkan ujian masuk kemarin (25/8) maka tim seleksi mahasiswa baru Universitas Diponegoro akan mengumumkan peserta yang lolos ujian masuk. Registrasi ulang mahasiswa baru dijadualkan hari ini. Mahasiswa yang telah melakukan registrasi ulang akan secara resmi berstatus mahasiswa baru UNDIP. Upacara penerimaan mahasiswa baru akan dilaksanakan secara serentak besok (27/8) di Stadion Diponegoro. Selamat kepada para mahasiswa baru khususnya program studi Teknologi Pangan UNDIP.

Guna mengikuti informasi terbaru tentang kegiatan ilmiah masyarakat pangan nasional maupun regional, tetaplah selalu update diri Anda melalui web ini. Silakan ikuti kiprah Teknologi Pangan UNDIP melalui akun Facebook: www.facebook.com/teknologipanganundip dan milis yahoo groups: http://asia.groups.yahoo.com/group/teknologipanganundip/


------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, August 22, 2012

60 kursi di Program Studi Teknologi Pangan UNDIP, masih terbuka lebar

Akan disediakan kursi untuk mahasiswa baru sebanyak 60 kursi dari seluruh Indonesia untuk kuliah di Program Studi Teknologi Pangan UNDIP melalui jalur Ujian Mandiri. Pendaftaran untuk mengikuti ujian mandiri ini masih berlangsung hingga tanggal 24 Agustus dan ujian ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2012.

Program studi ini akan melahirkan lulusan yang siap berkompetisi di dunia industri pangan yang notabene industri ini tidak akan pernah surut. Dengan ditetapkannya pulau Jawa sebagai koridor ekonomi pusat industri dan jasa makanan dan minuman, maka keberadaan program studi ini menjadi semakin penting. Lulusannya nanti akan menerima gelar Sarjana Teknologi Pangan (S.T.P) dan gelar ini telah diakui oleh dunia industri.

Tunggu apalagi, segera daftarkan diri Anda melalui link berikut ini:
http://um.undip.ac.id/ums1tp2012/index.php

-----------------------------------------------------

Friday, August 17, 2012

Petunjuk Ujian Masuk Teknologi Pangan UNDIP

Telah dibuka program studi S1 Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian. Program studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian ini adalah program studi yang ke-45 di UNDIP. Untuk penerimaan mahasiswa baru program studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini akan di selenggarakan secara khusus di luar Ujian Mandiri S1.

Persyaratan
• Siswa lulusan SMA/MA Jurusan IPA atau SMK Pertanian / SMK Kimia atau yang sederajat, lulus ujian persamaan, atau yang setara lainnya (paket C) tahun 2010, 2011 dan 2012.
• Mengikuti tahap-tahap pendaftaran dan ujian tulis yang diselenggarakan panitia.

Pendaftaran Online
16 Agustus – 24 Agustus 2012

Tes Ujian Tulis
25 Agustus 2012

Pengumuman Hasil Seleksi
26 Agustus 2012

Link Ujian Masuk
http://um.undip.ac.id
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, August 16, 2012

UNDIP Menerima Mahasiswa Baru PS Teknologi Pangan

Telah dibuka dengan resmi program studi baru di Universitas Diponegoro: PS S-1 Teknologi Pangan. Program studi ini menerima mahasiswa baru mulai hari ini (16/8 - red) hingga tanggal 24 Agustus 2012. Pengumuman dapat dilihat melalui situs resmi Universitas Diponegoro di www.undip.ac.id dan pendaftaran online dapat dilakukan melalui web ini: http://um.undip.ac.id/ums1tp2012/

Program studi S-1 Teknologi Pangan akan berada dibawah Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP dan rencananya program studi ini akan menerima mahasiwa berjumlah 60 mahasiswa.

Perlu disampaikan bahwa program studi ini dibuka karena adanya kebutuhan mendesak sarjana di bidang pangan dan nantinya program studi ini akan mencetak lulusan yang mempunyai keahlian khusus di bidang industri pangan. Perkembangan pangan di Indonesia mempunyai trend peningkatan yang cukup pesat dan selalu membutuhkan personil yang mempunyai kecakapan khusus di bidang pangan.

Website ini akan selalu menghadirkan informasi terkini tentang penerimaan mahasiswa baru, oleh karena itu, tetaplah update diri Anda dengan selalu mengakses web ini setiap saat.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, August 10, 2012

Program Studi S-1 Teknologi Pangan UNDIP : Segera dibuka

Tahun ajaran baru tahun 2012-2013 ini dimungkinkan UNDIP akan menerima mahasiswa baru untuk Program Studi S-1 Teknologi Pangan. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, proses pembukaan program studi ini sudah mencapai proses tahap akhir di Dirjen DIKTI. Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada kebijakan resmi dari pihak rektorat UNDIP (dalam hal ini Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan – LP2MP) perihal kapan program studi baru ini akan dibuka.

Program studi S-1 Teknologi Pangan ini akan bernaung di bawah Fakultas Peternakan dan Pertanian sesuai dengan SK DIRJEN No. 163/DIKTI/KEP/2007 yang menempatkan ilmu pangan dibawah bidang ilmu-ilmu pertanian.

Ujian mandiri khusus
Pembukaan pendaftaran mahasiswa baru, nantinya akan berlangsung secara mandiri jika surat resmi dari DIKTI sudah berhasil diterima. Proses seleksi ini akan diumumkan melalui koran maupun internet untuk menjaring mahasiswa baru dari berbagai penjuru nusantara. Tim redaksi IFT Community akan terus memberikan kabar terbaru mengenai proses ini, oleh karena itu silakan terus update diri Anda dengan selalu memantau perkembangannya melalui website ini.



------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer dan menjadi rujukan terpercaya di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, July 14, 2012

Potensi Daging Kelinci menjadi Bakso

Seiring dengan semakin meningkatnya ternak kelinci akhir-akhir ini, maka upaya untuk pemanfaatan daging kelinci harus terus dilakukan. Peneliti yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, D. C. Kusnadi, yang kini bekerja di Chiel Jedang Inc. Indonesia ini telah melakukan penelitian dengan judul "DAYA IKAT AIR, TINGKAT KEKENYALAN DAN KADAR PROTEIN PADA BAKSO KOMBINASI DAGING SAPI DAN DAGING KELINCI". Penelitian ini dilakukan bersama dua peneliti lain: V. P. Bintoro dan A. N. Al-Baarri. Penelitian ini mengkombinasikan daging sapi dan daging kelinci dengan rasio 80:20, 50:50, 20:80 dan 0:100. Bakso daging sapi digunakan sebagai kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daging sapi dan daging kelinci memiliki pengaruh nyata terhadap daya ikat air, tingkat kekenyalan dan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar protein. Nilai rata-rata dari bakso kombinasi untuk daya ikat air bervariasi dari 18,20 hingga 38,46%, tingkat kekenyalan juga bervariasi dari 8,66 hingga 9,79 N, sedangkan kadar protein sebesar 12,38 hingga 12,53%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi antara daging sapi dengan daging kelinci berpengaruh terhadap kenaikan daya ikat air dan kenaikan tingkat kekenyalan dan namun tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan kadar protein.

Artikel lengkap dapat dilihat melalui link berikut ini:
http://journal.ift.or.id/node/24

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, July 7, 2012

Keracunan makanan dan minuman di Indonesia

Berbagai peristiwa keracunan makanan seringkali terjadi dan baru-baru ini, telah terjadi peristiwa keracunan minuman akibat mengkonsumsi air kelapa di Sragen, Jawa Tengah (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/06/191701/22-Warga-Keracunan-Es-Kelapa-Muda-). Keracunan makanan/minuman dapat terjadi karena proses pemasakan dan penyimpanan makanan yang tidak tepat. Keracunan makanan dapat terjadi di setiap tempat (baik rumah atau di tempat umum). Secara umum, terdapat dua jenis keracunan makanan: (1) Karena Bakteri dan (2) Karena Kimia. Ketika makanan disimpan dalam suhu kamar, bakteri dalam makanan dapat berkembang minimal dua sampai sepuluh kali lipat pertumbuhannya yang akhirnya populasinya menjadi banyak dan mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan makanan menjadi beracun. Bakteri yang lazim menyebabkan keracunan makanan di dunia ini yaitu jenis Salmonella dan Staphilococcus. Ketika makanan disimpan selama lebih dari 6-8 jam, kedua bakteri ini akan menghasilkan racun. Selain bakteri tersebut, bakteri lainnya yang serupa antara lain Shigella, Clostridium Botulinum, dan Basicillus Sirius yang juga mudah menyebabkan keracunan makanan dengan menghasilkan racun. Bakteri jenis Salmonella typhimurium dan Salmonella enteritidis menyebabkan 60-80% dari peristiwa keracunan makanan di dunia.

Keracunan yang terjadi akibat bakteri Staphylococcus, dapat mempengaruhi lambung dan sistem saraf, akibatnya akan terjadi muntahdan lemas setelah satu jam setelah mengkonsumsi makanan mengandung bakteri ini. Bakteri E. Coli dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui air yang terkontaminasi. Gejala keracunan akibat bakteri ini akan muncul setelah 14-16 jam mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini. Racun dari Clostridium botulinum akan mempengaruhi sistem saraf, akibatnya akan terjadi lemah pada otot-otot, penglihatan kabur, sulit menelan makanan.

Keracunan kimia dapat terjadi jika makanan bercampur dengan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Keracunan ini dapat terjadi sebagai akibat penggunaan pupuk yang digunakan pada buah dan sayuran, urea yang disuntikkan ke dalam buah-buahan untuk memberbesar volume pertumbuhan, hormon yang memperpecap pertumbuhan.

Gejala umum keracunan kimiawi ini dapat dideteksi setelah munculnya tanda-tanda berikut ini segera setalah mengkonsumsi makanan yang mengandung racun kimiawi: muntah, nyeri, diare, faeces yang tercamput darah.

Pertolongan pertama keracunan dapat dilakukan dengan meminum air sebanyak mungkin. Selain itu, air beras, air kelapa, dan larutan oralit juga dapat memperingan gejalan keracunan. Jika gejala keracunan ini tidak terlalu parah, maka hanya perlu diberikan air minum sebanyak-banyaknya. Namun jika pasien mengalami diare dan muntah, demam dan menggigil maka perlu segera ditangani oleh dokter.

Image diambil dari: http://www.foodpoisoningsigns.info

Disusun oleh kontributor IFT Community: A. N. Al-Baarri

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, June 20, 2012

Perkembangan Susu di Indonesia: Peluang Besar

Kondisi persusuan nasional saat ini masih belum seperti yang diharapkan. Produk susu masih dikuasai oleh susu impor dan konsumsi susu per kapita Indonesia masih sangat rendah yaitu sekitar 1,1 kg/kapita/tahun. Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi persusuan nasional adakah dengan menciptakan manajemen yang baik dalam peternakan sapi perah. Manajemen yang bagus meliputi manajemen pemeliharaan dan manajemen pakan. Demikian diungkapkan oleh Ahmad Pramono, S.Pt., MP., dalam acara Seminar Hari Susu Nusantara (19/6) di UNS.

Dalam kesempatan seminar ini, hadir juga pembicara dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yaitu dr. Wahyu Setyaningsih yang menyampaikan manfaat dari konsumsi susu, diantaranya yaitu mencegah anemia karena banyak mengandung zat besi, mencegah penyakit darah tinggi dan penyakit jantung karena mengandung potassium, dan meningkatkan secara drastis efisiensi kerja otak besar karena kandungan yodium, seng dan lecitinnya. Susu juga mengandung tyreosin yang dapat mendorong munculnya rasa gembira.

Narasumber lain, manajer peternakan sapi perah PT. Mawar Mekar Solo, Bapak Joko Marjono, S.Pt., turut menyampaikan bahwa prospek usaha di bidang persusuan di Indonesia masih terbuka luas. Contohnya adalah pangsa pasar untuk lansia. Pengalaman beliau adalah memberikan susu pada lansia di acara posyandu lansia di desanya. Hasil yang didapat adalah mereka merasakan perubahan yaitu sudah tidak mudah sakit dan badan lebih segar. Pangsa pasar yang lain masih banyak lagi untuk bisa dikembangkan.

Kontributor IFT: Yuli Yanti, FP-UNS

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

UNS Semarakkan Hari Susu Nusantara

Dalam rangka untuk menyemarakkan Hari Susu Nusantara, maka BEM dan HMJ Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret mengadakan Seminar Hari Susu Nusantara dengan Tema "Minum Susu Segar Tubuh Bugar Otak Pintar" yang diselenggarakan pada hari Selasa 19 Juni 2012 pukul 09.00 WIB di Aula Fakultas Pertanian UNS.

Seminar dibuka oleh PD I yaitu Dr. Samanhudi. Beliau menyampaikan bahwa selama ini minum susu dikenal bisa menyebabkan diare, hal itu menurut beliau karena belum terbiasa meminum susu sehingga perlu adanya upaya untuk menjadi terbiasa, dan seharusnya dimulai sejak kecil karena minum susu bisa memberikan kesehatan yang lebih baik untuk kita semua. Sedangkan moderatornya adalah Bapak Dimas Rahadian Aji Muhammad, dosen muda jurusan Teknologi Hasil Pertanian FP UNS.

Narasumber yang dihadirkan mewakili tiga komponen yaitu seorang kandidat doktor dari jurusan peternakan FP UNS yaitu bapak Ahmad Pramono, S.Pt., MP, dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yaitu dr. Wahyu Setyaningsih dan dari peternakan sapi perah PT. Mawar Mekar Solo, Bapak Joko Marjono, S.Pt., selaku manajer.

Acara seminar ini berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, yaitu mahasiswa FP UNS, mahasiswa dari APK (Akademi Peternakan Karanganyar), ibu-ibu PKK, karang taruna, dan masyarakat. Acara yang terselenggara ini didukung penuh oleh DPPHP, UNS, DISNAKKAN Karanganyar, CV. Cita Nasional dan Happy Digital Printing.

Kontributor IFT: Yuli Yanti – FP UNS

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, June 16, 2012

Hari Susu Nusantara 1 Juni 2012

Tonggak sejarah persusuan di Indonesia rupanya telah dimulai dengan ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Susu Nusantara. Sudah saatnya persusuan di Indonesia bangkit untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi nasional pada tahun 2020 mendatang. Indonesia yang penuh dengan sumber pakan sudah semestinya dapat menyuplai kebutuhan susu sendiri.

Susu menjadi sumber pangan penting karena memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, sebagaimana diungkap oleh Prof. Dr. Ir. V. Priyo Bintoro, MAgr., Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP yang sekaligus menjadi Dewan Penasehat Indonesian Food Technologist Community (IFT Community), dalam acara peringatan Hari Susu Nusantara tanggal 15 Juni 2012 di UNDIP bahwa susu merupakan "the Most Nutritious Food". Berdasarkan kandungan yang dimiliki ini maka susu sudah semestinya menjadi konsumsi wajib bagi semua umur. Melalui budaya minum susu dapat menepis kekhawatiran akan hilangnya satu generasi yang kurang gizi, dan nantinya akan tercipta generasi penerus yang sehat dan pintar, demikian diungkapkan oleh Rektor UNDIP, Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD.

Rangkaian peringatan Hari Susu Nusantara di UNDIP ini dimeriahkan dengan berbagai aktivitas, diantaranya senam, lomba puisi susu bagi anak-anak, dan seminar nasional Hari Susu Nusantara. Artikel mengenai aktivitas tersebut, pada bagian lain di web ini.

Kontributor ANA

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Tuesday, June 5, 2012

Pangan Sehat dengan Bekatul


Dewasa ini bekatul semakin pamor di kalangan masyarakat, bukan sebagai fungsi awalnya yang lebih banyak digunakan untuk pakan ternak, kini bekatul terutama bekatul merah telah banyak dimanfaatkan dalam dunia pangan dengan menimbang begitu banyaknya nutrisi yang terkandung di dalamnya, terutama kandungan serat kasarnya yang banyak dilirik untuk diet penurunan berat badan maupun diet penyakit seperti diabetes melitus.

Perluasan pemanfaatan bekatul menjadi bahan pangan tambahan ini sebenarnya bukanlah hal baru, justru kita kembali belajar dari pengalaman nenek moyang jauh sebelum mereka mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat zaman dahulu mengkonsumsi beras tumbuk yang masih mengandung 50% bekatul dan pengalaman mengatakan bahwa usia mereka jauh lebih lama dan jarang sekali terserang penyakit degeneratif.

Bekatul dapat dikonsumsi sebagai makanan tambahan. Bisa dicampur sebagai bahan pembuat roti, dikonsumsi seperti oat, diminum dengan air hangat dan gula dll sesuai selera dengan penanganan yang tepat sehingga tidak merusak nutrisinya. Bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi dan menyehatkan.

Manfaat bekatul untuk kesehatan:

1. Memperbaiki Sistem Pencernaan
Kandungan serat yang terdapat pada bekatul sangat baik untuk pencernaan manusia. Sebab, bekatul tergolong serat yang tidak larut sehingga mampu meluruhkan lemak-lemak yang menempel pada usus. Kandungan seratnya juga memperlancar buang air besar sehingga Waktu transit makanan di usus bisa lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain itu, bekatul juga baik untuk penderita maag, sebab serat bekatul juga berfungsi pada pengenceran asam-asam atau garam-garam empedu, sterol serta beberapa zat makanan.

2. Mencegah Proses Oksidasi
Vitamin E, B15 dan oryzanol merupakan antioksidan yang sangat baik untuk mencegah proses oksidasi akibat radikal bebas pada sel-sel tubuh. Antioksidan ini akan bereaksi dengan oksidan untuk menghambat oksidasi dan stres oksidatif pada sel-sel tubuh. B15 telah terbukti menurunkan kolesterol darah, meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi umum sel dan jaringan, dan membantu untuk arteriosclerosis dan hipertensi. Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan fotoprotektif. Asam ferulat akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama proses meta-bolisme tubuh.

3. Menurunkan Berat Badan
Kandungan serat kasar yang menyebabkan pencernaan lancar menyebabkan makanan cepat mengalami proses metabolisme bahkan turut meluruhkan lemak yang menempel di usus untuk segera dikeluarkan tubuh melalui proses defekasi.Dengan kandungan nutrisi yang ada di dalam bekatul serta manfaatnya, tentu tidak salah jika bahan makan ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan.

4. Mengurangi Risiko berbagai macam penyakit
Vitamin B1 dan B2 dalam bekatul dapat menghindarkan risiko nyeri saraf atau neuritis. Kandungan kalorinya rendah sehingga baik untuk penderita diabetes mellitus ( kencing manis ) tipe 1 dan type 2, membantu mengobati hipertensi ( tekanan darah tinggi), hipercholesterolaemi ( kadar kolesterol tinggi ), arteriosclerosis ( pengapuran pembulu darah ), heart Infarct ( serangan jantung karena penyumbatan ),coronair Insufficiency ( gangguan aliran pembuluh darah jantung ), asthma Bronchiale ( bengkak, asma ), penyakit asthma tidak akan kambuh kalau teratur makan bekatul ( 2 x 1 sdm munjung ), cirrhosis Hepatis ( memperbaiki fungsi hati ), rheumatic ( encok ),gejala sering sakit kepala, sering pusing pada tekanan darah rendah,gejala sering 'berdebar jantung' dan 'extrasystole'. Bekatul merah juga dapat meningkatan daya tahan fisik ( ausdauer ), mencegahan kanker colon ( usus besar ) dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak cepat lelah.

Kontributor IFT : Siti Mutmainah
Foto: http://www.gasolorganik.com
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, May 30, 2012

Keju dan Manfaat Kesehatan

 Keju merupakan sumber konsentrat dari protein susu. Niai gizi keju tergantung pada jenis susu atau bahan non susu yang digunakan, sebagai proses manufaktur. Menurut beberapa penelitian kandungan nutrisi keju terdiri atas kalsium 27%, fosfor 11%, vitamin A 9%, dan seng 7% namun kandungan kalorinya hanya 3%.

Beberapa manfaat keju bagi kesehatan yaitu:
1.Untuk pertumbuhan tulang
Banyak nutrisi terdapat dalam keju yang mendukung kesehatan tulang seperti kalsium, fosfor, protein, magnesium, seng, dan vitamin K. Jadi, keju ini merupakan makanan yang sangat baik untuk anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
2. Untuk pertumbuhan gigi.
Protein di dalam keju dapat merangsang sekresi air liur dan mencegah bakteri plak, selain itu kalsium dan fosfat anorganik pada keju mengurangi demineralisasi dan meningkatkan reminalisasi dari enamel gigi.
3. Tidak ada hubungannya dengan resiko penyakit Kardiovaskular.
Beberapa peneliti menyimpulkan hasil yang bervariasi akan kandungan lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol dalam keju terhadap resiko kardiovaskular. Namun ada penelitian yang hasilnya cukup menarik, bahwa ternyata pada perempuan, tidak ada pengaruh antara tingginya konsumsi keju terhadap resiko penyakit kardiovaskuler.

Daftar Pustaka
Jarvis, J. Dan G. Miller. 2010. Chese In Diet and Health. Dairy Foods. Maret 2010.
Greenwood, S., K. Johnson, M. Boland, dan M. Auldist. 2002. Breed Effect On The Sensory Properties of Cheese and Molk. The Australian Journal of Dairy Technology Vol. 57 No 2-Juli 2002.
Houston DK, Driver KE, Bush AJ, Kritchevsky SB. 2008. The association between cheese consumption and cardiovascular risk factors among adults. J Hum Nutr Diet. Vol 21No 2:129-40.

Artikel ini ditulis oleh Ilham Habib dan telah diedit oleh redaksi. Foto merupakan creative content milik ift.or.id dilarang diperbanyak atau copy paste tanpa seijin redaksi. Permohonan ijin dapat disampaikan ke redaksi@ift.or.id.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, May 2, 2012

Indonesian Food Technologist Community Yahoo Group

"Indonesian Food Technologist Community is a public community of the people that are interested in food application sciences and practices".

Kini sesama anggota IFT Community makin dekat dan makin hangat dengan terbentuknya satu mailing list di Yahoo Group dengan nama Indonesian Food Technologist Community (IFTCommunity). Komunitas ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung dan berbagi pengetahuan tentang ilmu dan teknologi pangan tanpa mengenal jabatan dan kedudukan. Selama mempunyai perhatian di bidang pangan di Indonesia, maka layak untuk menjadi anggota komunitas ini.

Alamat homepage Yahoo Group:
http://groups.yahoo.com/group/iftcommunity/

Post message:
iftcommunity@yahoogroups.com

Subscribe:
iftcommunity-subscribe@yahoogroups.com

List owner:
iftcommunity-owner@yahoogroups.com

Kami nantikan kiprah Anda semua di milis.

Sunday, April 29, 2012

Beranikah produsen jus menulis persentase buah yang digunakan?

Berbagai minuman jus kini makin banyak kita jumpai di pasaran. Minuman itu menyajikan berbagai macam rasa yang menggoda dan hampir semuanya mungkin mempunyai rasa enak. Tapi sebagai konsumen, kita harus pintar dalam memilih jus karena tidak ada satupun jus yang dalam kemasannya tertulis berapa persen buah yang digunakan. Gambar yang ada pada artikel ini adalah gambar salah satu jus mangga yang dijual di Jepang dan dengan jelas, sang produsen menuliskan 30% yang artinya, secara keseluruhan, sang produsen hanya memakai mangga sebanyak 30%, selebihnya air dan perasa.

Gambar yang lain dengan jelas terlihat tulisan 100% yang artinya, produsen menggunakan sebanyak hampir 100 persen bahan bakunya berasal dari buah asli, sehingga hampir tidak ada bahan tambahan selain buah asli. Harga jus jenis ini biasanya lebih mahal 3 kali lipat, namun disisi lain, konsumen bebas memilih dan tidak dibohongi.

Rupanya kondisi ini sudah diatur oleh pemerintah Jepang yang berpihak pada konsumen dengan memberikan kejujuran pada label. Sekarang bandingkan dengan jus yang ada di pasaran Indonesia. Apakah bisa diketahui berasal dari buah asli atau hanya perisa saja. Gulanya berasal dari gula sakarin, aspartam, atau sukrosa? Biasanya dalam kemasan hanya ditulis: perisa mangga, gula, pewarna alami, natrium. Bahkan sang produsen berusaha menciptakan image bahwa jus yang mereka produksi adalah jus asli dengan menambahkan kata-kata "asli". Nah, hati-hatilah, yang dimaksud dengan asli adalah asli rasa buah, bukan rasa sayur atau rasa daun. Atau ada yang dengan jelas menuliskan 100% rasa mangga atau 100% rasa buah asli. Ya pasti, 100% rasa mangga karena bukan rasa durian dan 100% rasa buah asli karena bukan buah palsu (buah palsu mana ada rasanya). Berhati-hatilah wahai konsumen dalam memilih jus. Jika tidak berhati-hati, yang akan didapat hanya penyakit saja nantinya.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, April 6, 2012

Jurnal Vol. 1 No. 2, 2012


Volume 1 Nomor 2 ini, diketengahkan berbagai hasil penelitian produk inovatif yang belum pernah ada dan baru dirintis di Indonesia. Contohnya, marinasi daging, pembuatan yogurt yang diubah-ubah persentase bakteri asam laktat, bakso daging kelinci plus karagenan/karaginan, kualitas telur setelah ditambah antihistamin, karamel susu plus durian. Semua hasil penelitian tersebut, dapat didownload di portal publikasi kami: www.journal.ift.or.id. Berikut ini daftar isi Vol. 1 No. 2, 2012 Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan.

NILAI PH, KADAR AIR, DAN TOTAL ESCHERICHIA COLI DAGING SAPI YANG DIMARINASI DALAM JUS BAWANG PUTIH
Nurwantoro, V. P. Bintoro, A. M. Legowo, A. Purnomoadi., L. D. Ambara, A. Prokoso, S. Mulyani

KADAR SERAT KASAR, DAYA IKAT AIR, DAN RENDEMEN BAKSO AYAM DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN
A. B. Kurniawan, A. N. Al-Baarri, Kusrahayu

DAYA IKAT AIR, TINGKAT KEKENYALAN DAN KADAR PROTEIN PADA BAKSO KOMBINASI DAGING SAPI DAN DAGING KELINCI
D. C. Kusnadi, V. P. Bintoro, A. N. Al-Baarri

THE EFFECT OF DIFFERENT RATIO OF BACTERIA (LACTOBACILLUS BULGARICUS + STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS AND BIFIDOBACTERUM LONGUM. ATCC15707) ON CHARACTERISTICS OF YOGURT AT DIFFERENT STORAGE PERIOD
M. Sabbah., A. M. Legowo, Y. B. Pramono

PENGARUH PENAMBAHAN BUAH DURIAN (Durio zibethinus murr.) TERHADAP KADAR AIR, TEKSTUR, RASA, BAU DAN KESUKAAN KARAMEL SUSU KAMBING
O. R. Puspitarini, V. P. Bintoro, S. Mulyani

KUALITAS EKSTERNAL TELUR AYAM PETELUR YANG MENDAPAT RANSUM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN FERMENTASI MENGGUNAKAN ISOLAT PRODUSER ANTIHISTAMIN
E. Tugiyanti, N. Iriyanti

PENGARUH KOMBINASI SUSU DENGAN AIR KELAPA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), TOTAL GULA DAN KEASAMAN DRINK YOGHURT
K. E. D. Kumalasari, Nurwantoro, S. Mulyani

Silakan diunduh full PDF nya di portal kami: http://journal.ift.or.id.

-----------
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan ini diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Redaksi menerima artikel review/hasil penelitian bidang pangan yang belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain dalam bentuk: Letter to Editor, Review Article, Research Article, dan Research Note. Penulis yang menjadi anggota Indonesian Food Technologist tidak dikenai biaya publikasi. Submit artikel hanya dilayani secara online melalui http://journal.ift.or.id/node/14. Pertanyaan lebih lanjut dapat dikirim melalui email: mail@ift.or.id.

------------
Website ift.or.id ini merupakan top search website pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan Anda kepada kami karena akan segera dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengiriman artikel HANYA akan dilayani via portal ini.

Sunday, April 1, 2012

Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Resiko Kematian

Sebuah peneliti dari Harvard School of Public Health telah menemukan bukti bahwa konsumsi daging merah ternyata sangat erat kaitannya dengan peningkatan risiko kematian, jantung, dan kanker. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa penggantian sumber protein lain seperti ikan, unggas, kacang, kacang polong, akan menurunkan risiko kematian. Studi ini dipublikasikan secara online dalam Archives of Internal Medicine pada tanggal 12 Maret 2012.

Para peneliti telah mengamati 37.698 orang dari Health Professionals Follow-up Study selama 22 tahun dan 83.644 perempuan dalam Nurses Health Study selama 28 tahun. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa konsumsi secara rutin dari daging merah dapat meningkatkan risiko kematian. Konsumsi rutin satu porsi daging merah berpotensi pada 13% peningkatan kematian, dan satu porsi daging merah olahan meningkatkan 20% risiko kematian. Daging merah olahan telah diketahui mengandung besi heme, lemak jenuh, natrium, nitrit, dan beberapa karsinogen.

Resiko kematian tersebut dapat diturunkan dengan melakukan penggantian daging merah dengan sumber protein lain. Konsumsi ikan menurunkan 7% resiko kematian. Konsumsi daging unggas, kacang-kacangan, susu rendah lemak, biji-bijian, dapat menurunkan resiko kematian masing-masing sebesar 14%, 10%, 10%, dan 14%. Para peneliti memperkirakan bahwa 9,3% kematian pada pria dan 7,6% pada perempuan dapat dicegah jika konsumsi daging merah dikurangi menjadi setengahnya.

Studi ini jelas memberikan bukti bahwa konsumsi rutin daging merah dan daging merah proses, berkontribusi besar kepada kematian dini. Di sisi lain, memilih sumber protein yang lebih sehat sebagai pengganti daging merah dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dengan mengurangi resiko terjangkitnya penyakit kronis dan kematian.

Foto dan sumber: www.sciencedaily.com
Disarikan oleh: Ahmad N Al-Baarri, PhD.

------------------------------------
Website ift.or.id ini merupakan top search website pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan Anda kepada kami karena akan segera dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel.

Thursday, March 29, 2012

Potensi antioksidan whey kedelai

Sebuah penelitian tentang aktivitas antioksidan dari supernatan dari whey kedelai yang difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat telah dilakukan oleh peneliti dari Iran dan Indonesia: M. Monajjemi dan Agustina Lulustyaningati Nurul Aminin baru-baru ini. Peneliti tersebut melakukan fermentasi whey dari kedelai dengan menggunakan kombinasi Lactobacillus plantarum, Streptococcus thermophilus dan starter kefir, yang kemudian diinkubasi pada suhu kamar (25-26°C) hingga 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa whey kedelai, semakin lama waktu inkubasi, akan semakin tinggi sifat antioksidannya. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk upaya peningkatan aktivitas antiokidan bahan pangan mengingat whey kedelai merupakan salah satu komponen primer dalam pengolahan beberapa produk pangan.

Disarikan dari African Journal of Microbiology Research Vol. 6(2), pp. 426-430, 16 January, 2012

Friday, March 23, 2012

Sifat Tempe Kedelai Hitam

Kedelai hitam merupakan salah satu varietas kedelai yang mempunyai banyak keistimewaan, diantaranya: kaya akan zat anthocianin dan senyawa phonolic. Kandungan flavonoid bisa mencapai 5 kali lipat daripada kedelai kuning. Sedangkan antioksidannya bisa mencapai 15 kali lipatnya. Penelitian tentang kedelai hitam masih terbatas pada kandungan senyawa fungsional yang terdapat pada bahan makanan. Sedangkan aplikasi kedelai hitam pada produk pangan seperti tempe belum banyak dilakukan.

Penelitian yang dilakukan oleh Nurhidajah dari Program Magister Gizi Masyarakat, yang mengkaji aspek daya terima dan kualitas protein pada tempe dengan bahan dasar kedelai hitam, disimpulkan bahwa karakteristik tempe kedelai hitam yang terbaik yaitu tempe dengan penambahan ragi 3 g/kg kedelai dan ketebalan 2 cm.

Standar pengolahan terpilih adalah perebusan pada suhu 100°C, 4 menit, pengukusan 70°C, 8 menit, penggorengan 180°C, 4 menit dan pemanggangan 190°C, 8 menit. Daya terima panelis tertinggi pada tempe kedelai hitam dengan proses penggorengan. Kadar protein dan daya cerna tertinggi pada pengukusan, mencapai 52,92% dan 81,06%. Total asam amino tertinggi pada kontrol dan menurun seiring dengan tingginya suhu pengolahan. PDCAAS menunjukkan metionin sebagai pembatas pada semua pengolahan dan kontrol.

Disarikan dari penelitian Nurhidajah, Syaiful Anwar, dan Nurrahman yang berjudul DAYA TERIMA DAN KUALITAS PROTEIN IN VITRO TEMPE KEDELAI HITAM (Glycine soja) YANG DIOLAH PADA SUHU TINGGI.

Basic Science of Making Tempe

Tempe is Indonesian traditional food made from soybean which is fermented by Rhizophus sp. Soybean is source of vegetable protein which has variety and colors. Tempe is a solid form composed from soybean that is wrapped by white mycelia of mold species, Rhizopus sp. There are many ways of tempe's making. The main principle of tempe's making is the boiling, dehulling, soaking and incubation.

During the processing of tempe, fermentation process occurs twice: (1) First fermentation at soaking: to grow bacteria for producing organic acids such as lactic acid and acetic acid, (2) Second fermentation that is carried out by Rhizopus sp.

The quality of tempe is influenced by: raw materials, processing, and type of inoculum used. There are three species of Rhizopus which are used frequently in tempe fermentation: Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, and Rhizopus stolonifer.

Presented by Ir. Nurrahman, MSi at Temu Ilmiah Masyarakat Pangan Jawa Tengah, Maret 2012

Saturday, March 17, 2012

Sifat-sifat Fungsional Whey

ift.or.id - Whey adalah sumber protein yang berkualitas tinggi. Selain mudah dicerna, whey juga mengandung asam amino yang memenuhi semua persyaratan asam amino esensial yang ditetapkan oleh FAO dan WHO. Protein whey sendiri mengandung berbagai atribut fungsional dan gizi. Berikut ini adalah komponen penting dalam whey:

β-laktoglobulin
β-lactoglobulin terdapat sekitar 50% dari kandungan whey total. Protein ini memiliki banyak gugus yang mengikat mineral, vitamin larut lemak, dan bertindak sebagai protein transpor untuk senyawa lipofilik seperti tokoferol dan vitamin A. Modifikasi β-laktoglobulin menghasilkan produk yang memiliki aktivitas antivirus yang kuat

α-lactalbumin
α-lactalbumin terkandung sekitar 25% dari kandungan protein whey total. Protein ini memiliki profil asam amino yang sangat baik, yang kaya akan lisin, leusin, treonin, triptofan dan sistin. Fungsi biologis utama dikenal dari α-lactalbumin adalah untuk memodulasi sintesis laktosa dalam kelenjar susu. Penambahan protein ini adalah sangat dianjurkan dalam susu formula bayi dan produk pangan lainnya. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa α-lactalbumin efektif sebagai agen anti-kanker.

Imunoglobulin
Imunoglobulin merupakan kelompok protein kompleks yang berkontribusi secara signifikan terhadap kandungan protein serta mempunyai fungsi imunologi yang sangat penting. Senyawa ini dapat memberikan perlindungan dari beberapa penyakit pada bayi dan memiliki peran dalam upaya pengendalian penyakit pada orang dewasa. Whey protein konsentrat dapat digunakan sebagai suplemen susu bubuk karena mengandung antibodi yang cukup untuk membunuh E. coli.

Bovine serum albumin
Bovine serum albumin (BSA) memiliki profil asam amino esensial yang komplek. BSA dapat mengikat asam lemak bebas, dan jenis lemak. BSA sangat penting dalam mempertahankan fungsi lemak. Hal ini menjadi sangat penting terutama jika dikaitkan dengan proses oksidasi lemak. Dalam beberapa penelitian dilaporkan bahwa BSA mengurangi resiko kemungkinan seseorang mengidap berbagai penyakit, seperti diabetes dan kehilangan daya tahan tubuh.

Laktoferin
Laktoferin adalah protein yang dapat mengikat besi dan memiliki kemampuan sebagai agen antimikroba. Sistem kerja antimikrobanya adalah dengan cara mengikat zat besi dalam mikroorganisme. Keunggulan laktoferin lainnya yaitu membantu penyebaran besi dalam darah, antijamur, antivirus, dan antikanker, mengikat racun, meningkatkan efek imunomodulasi, mempercepat penyembuhan luka, dan anti-inflamasi.

Laktoperoksidase
Laktoperoksidase telah dikenal sebagai agen antimikroba alami dalam susu, air liur dan air mata. Sistem laktoperoksidase telah terbukti baik sebagai bakterisida dan bakteriostatik terhadap berbagai jenis mikroorganisme, dan tidak memiliki efek negatif. Dalam studi klinis di bidang kedokteran gigi, laktoperoksidase terbukti mengurangi akumulasi plak, gingivitis, dan karies dini.

Glycomacropeptide
Glycomacropeptide (GMP) merupakan bagian dari glikosilasi caseinomacropeptide (CMP), banyak terdapat dalam whey manis yang terbentuk setelah koagulasi protein oleh rennin. Sifat-sifat biologis dan fisiologis yang telah dikaitkan dengan peranan GMP meliputi: penurunan sekresi lambung, gigi penghambatan karies dan plak gigi, mendorong pertumbuhan Bifidobacteria, kontrol phenylketunoria, dan dapat menekan nafsu makan.

Penting:
Artikel ini bebas untuk disebarluaskan dengan menyebut nama penulis.
Gambar:
http://biology.clc.uc.edu

-Kontributor IFT: A. N. Al-Baarri-

Tuesday, March 13, 2012

Buah Mangrove: Sumber Pangan Alternatif yang Aman

ift.or.id - Tanaman mangrove merupakan yang tumbuh di tempat pertemuan antara muara sungai dan air laut. Tumbuh subur pada daerah sungai dan muara sungai di sepanjang pesisir pantai berlumpur dengan salinitas rendah dan kering. Tanaman ini berfungsi sebagai pelindung daratan dari gelombang laut yang besar. Bagi manusia mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan yaitu bagian buahnya yang sering disebut buah mangrove.

Salah satu spesies mangrove yang sering dimanfaatkan untuk bahan makanan adalah buah mangrove jenis lindur (Bruquiera gymnorrhiza). Buah ini biasa disebut dengan buah Lindur (dalam bahasa Jawa). Ciri-cirinya adalah daunnya berwarna hijau pada lapisan atas dan hijau kekuningan pada bagian bawahnya. Dengan bercak-bercak hitam, letak berlawanan, bentuk daun ellip ujung meruncing. Buah melingkar spiral memanjang dengan panjang antara 13 – 30 cm.

Buah Lindur mengandung energi dan karbohidrat yang cukup tinggi, melebihi kandungan karbohidrat beras. Penelitian yang dilakukan oleh IPB bekerjasama dengan Badan Bimas Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur menghasilkan kandungan energi buah mangrove ini adalah 371 kalori per 100 gram, lebih tinggi dari beras (360 kalori per 100 gram), dan jagung (307 kalori per 100 gram). Kandungan karbohidrat buah bakau sebesar 85.1 gram per 100 gram, lebih tinggi dari beras (78.9 gram per 100 gram) dan jagung (63.6 gram per 100 gram).

Buah Lindur banyak diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa. Namun karena terbatasnya waktu penyimpanan seperti buah-buahan hasil pertanian yang lainnya buah lindur ini akan menjadi cepat busuk. Penepungan merupakan salah satu solusi untuk mengawetkan buah lindur karena dengan penepungan dapat memutus rantai metabolisme buah lindur sehingga menjadi lebih awet karena kandungan airnya rendah dan lebih fleksibel diaplikasikan pada berbagai jenis olahan pangan.

Hasil analisis kimia buah lindur adalah kadar air 73.756%, kadar lemak 1.246%, protein 1.128%, karbohidrat 23.528% dan kadar abu sebesar 0.342%. Sedangkan kandungan anti gizinya HCN sebesar 6.8559 mg dan tannin sebesar 34.105 mg. Untuk mengatasi HCN dan tanin dapat dilakukan perebusan dan perendaman.

-Kontributor IFT: Siti Mutmainah-

Sumber:
Anonymous, 1990. Petunjuk Penganekaragaman Pangan Menuju Pola Pangan Masa Depan. Proyek pengembangan Diversifikasi Pangan dan Gizi. Jakarta.
Cahyono, N. A. 2010. Potensi Buah Mangrove sebagai Alternativ Sumber Pangan. http://perikananmukomuko.blogspot.com/
Fortuna, James de. 2005. Ditemukan Buah Bakau Sebagai Makanan Pokok. Http://www.Tempointeraktif.com. Diakses pada 02/03/2010.
Sadana. D. 2007. Buah Aibon di Biak Timur Mengandung Karbohidrat Tinggi. Situs Resmi Pemda Biak Num for news_.htm.
Sukaryanto, A. 2006. Pertahankan Hutan Mangrove di Laguna. Suara Merdeka, 18 Juli 2006.
Widowati, S., L. Sukarno, Suarni dan O. komalasari, 2003. Labu Kuning : Kegunaan dan Proses Pembuatan Tepung. Makalah pada seminar Nasional & Pertemuan Tahunan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) 22-23 Juli 2003 di Yogyakarta.
Serta beberapa website tentang buah lindur

Sumber foto :
http://kesematpedia.blogspot.com

Friday, March 9, 2012

Profil Suhu Sebagai Faktor Penentu Pengawetan Bahan Pangan

ift.or.id - Proses pemanasan adalah kunci pengawetan bahan pangan. Proses pemanasan ini ternyata belum tentu memberi kesuksesan pada proses pengawetan bahan pangan karena proses pemanasan sangatlah bervariasi tergantung dari sistem pemanas yang digunakan. Kenaikan suhu, lama waktu pencapaian target suhu, dan proses pendinginan adalah faktor penting dalam keberhasilan proses pengawetan. Faktor-faktor ini dapat disebut dengan profil suhu. Ternyata, variasi profil suhu juga bisa terjadi pada sistem yang sama dalam sebuah proses yang sama. Berikut ini adalah penjelasannya.

Gambar yang tertera pada artikel ini adalah profil suhu sebuah sistem pemanas yang dijalankan untuk mencapai suhu target 110 °C lalu ditahan selama 8 detik sebelum dilanjutkan dengan pendinginan. Terlihat ada 3 profil suhu berbeda yang menggambarkan proses pemanasan untuk mencapai suhu target yang sama. Profil berwarna biru menggambarkan proses yang berlangsung sebagai proses yang cepat, serba linear semenjak heating, holding dan cooling. Profil berwarna hijau menggambarkan proses secara logaritmik, lalu linear dan kembali logaritmik pada fase cooling. Profil berwarna merah menggambarkan proses secara (multi) linear dengan beberapa titik belok sehingga membentuk kurva mendekati kurva logaritmik. Baik profil berwarna hijau maupun merah menunjukkan terjadinya fase lag sebelum laju pemanasan meningkat secara drastis menuju suhu target. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sebuah sistem yang dijalankan untuk mencapai suhu target yang sama memiliki 3 macam profil yang berbeda?

Sebenarnya fakta yang terjadi adalah satu. Sistem dijalankan satu kali dan menghasilkan sebuah output berupa kematian bakteri dalam jumlah yang sama. Perbedaan profil suhu yang ditimbulkan adalah karena perbedaan cara dalam memotretnya. Cara yang berbeda ini diambil untuk mendapatkan profil suhu yang paling valid-realistis mewakili fenomena yang terjadi. Karena, sebagaimana sudah disinggung pada tulisan sebelumnya, profil yang tepat akan menghasilkan penilaian yang tepat terhadap kinerja sistem pemanas. Pada sisi lain, profil suhu yang tepat juga akan memberikan penilaian yang tepat terhadap ketahanan-panas sebuah strain bakteri.

-Kontributor IFT: Setya B.M. Abduh-

Thursday, March 8, 2012

Surat Keputusan Indonesian Food Technologist Community

SURAT KEPUTUSAN INDONESIAN FOOD TECHNOLOGIST COMMUNITY
NO. 014/III/JAPT/2012
Tentang :
Pengangkatan Dewan Redaksi Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol. 1 Th. 2012
dan Kontributor Artikel Media Indonesian Food Technologist Community Th. 2012
Menimbang:
Bahwa sebuah media tidak bisa lepas dari keberadaan dewan redaksi,
Makin mendesaknya kepentingan organisasi untuk mempublikasikan artikel dari para anggotanya ke dalam media jurnal dan media resmi lainnya milik organisasi,
Mengingat:
Surat edaran Dirjen Dikti mengenai publikasi karya ilmiah No. 152/E/T/2012
Surat keputusan organisasi Indonesian Food Technologist Community tentang pembentukan jurnal pangan nasional No. 013/I/JAPT/2012
Memutuskan:
Menetapkan anggota dewan redaksi Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Volume 1 tahun 2012 dengan susunan sebagai berikut:
Penasehat:
Prof. Dr. Ir. V. Priyo Bintoro, MAgr.
Dr. Ir. A. Hintono, MP.
Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS.
Ir. Kusrahayu, MSc.
Penanggung Jawab:
Prof. Dr. Ir. Anang M Legowo, MSc.
Ketua Dewan Redaksi
Ahmad N Al-Baarri, SPt., MP., PhD.
Editor Ilmiah:
Dr. Ir. Yoyok B Pramono, MS. (Univ. Diponegoro)
Dr. A. Rika Pratiwi, MSi. (Univ. Katholik Soegijapranata)
Ir. Rohadi Jarot, MP. (Univ. Semarang)
Agus Suyanto, STP, MSi. (Univ. Muhammadiyah Semarang)
M. Cahyadi, SPt., M.Biotech. (Univ. Sebelas Maret)
Ir. Gayatri Indah Cahyani, MSi (Badan Ketahanan Pangan)
Mulyana Hadipernata, STP, MSc. (Badan Litbang Kementerian Pertanian)
Ir. Juni Sumarmono, MSc. PhD. (Univ. Jend. Soedirman)
Nanung Agus F., SPt., MSc. PhD. (Univ. Gadjah Mada)
Editor Teknis:
Bhakti Etza Setiani, SPt., MSc.
Ir. Masykuri, MS.
Ir. Nurwantoro, MS.
Dwi Novrina Nawangsari, SPt.
Oktavia Rahayu Puspitarini, SPt.
Vina Yunar Villa, SPt.
Rasbawati, SPt.
Tim Review:
Ita Sulistyawati, STP., MSc. (Kimia Pangan)
Ir. Dewi Larasati, MSi. (Sosial Ekonomi)
Ir. Nurwantoro, MS. (Biokimia Pangan)
F. Ayustaningwarno, STP, MSi. (Pangan dan Gizi)
Dr.-Ing. Suherman, ST, MT. (Rekayasa Proses)
Sri Mulyani, SPt., MP. (Hasil Ternak)
Dr. Ir. Fronthea Swastawati (Hasil Ikan)
Menetapkan bahwa penasehat, penanggung jawab, ketua, editor ilmiah, dan editor teknis tersebut juga berperan secara langsung dalam publikasi media lainnya selain jurnal.
Menetapkan kontributor untuk memperlancar proses penerbitan media resmi milik organisasi Indonesian Food Technologist Community dengan susunan sebagai berikut:
KONTRIBUTOR ARTIKEL DAERAH:
Vina Yunar Villa, SPt.
Rahayu Rini Puspitasari, SPt.
KONTRIBUTOR ARTIKEL NASIONAL:
Ahmad N Al-Baarri, SPt
KONTRIBUTOR ARTIKEL INTERNASIONAL:
Sutaryo, SPt., MP.
Setya Budi M Abduh, SPt., MSc.
KONTRIBUTOR ARTIKEL KHUSUS:
Bidang Teknologi Daging:
Bhakti Etza Setiani, SPt., MSc.
Bidang Teknologi Susu:
Ir. Kusrahayu, MS
Bidang Keamanan Pangan:
Ir. Nurwantoro, MS.
Dr. Yoyok B Pramono, SPt., MP.
Bidang Teknologi Enzim:
Prof. Dr. Ir. Anang M Legowo, MSc
KONTRIBUTOR ARTIKEL UMUM:
Verra Okti Purwananti
Siti Mutmainah
Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, maka surat keputusan ini akan ditinjau ulang.
Ditetapkan di : Semarang
pada tanggal : 2 Januari 2012
Download file SK disini:
http://journal.ift.or.id/node/19

ShareThis