Tuesday, December 24, 2013

Daya saing bidang pangan masih rendah

Daya saing Indonesia masih perlu ditingkatkan, demikian ditegaskan oleh LIPI yang mencontohkan salah satu bidang strategis di bidang pangan yang mempunyai daya saing yang masih rendah sehingga Indonesia masih harus impor pangan. LIPI mengakui daya saing produk Indonesia masih tertumpu pada produk yang berbasis sumber daya alam. "Produk berupa komoditi strategis seperti pangan, kita belum memiliki daya saing sama sekali," kata Kepala LIPI Lukman Hakim di Jakarta, Senin (23/12/2013). Lukman berharap pemimpin negara di masa mendatang memberi perhatian khusus terhadap daya saing ekonomi. "Pemimpin Indonesia masa mendatang seharusnya melihat kondisi perekonomian sekarang untuk memberikan gambaran dalam membuat agenda pembangunan ekonomi ke depan," katanya.

Beberapa indikator menunjukkan daya saing perekonomian Indonesia relatif tidak mengalami perubahan. Hasil survey 'Doing Business 2013' menunjukkan posisi competitiveness Indonesia kalah dari Vietnam yang baru merdeka. Lukman menegaskan dalam satu dekade terakhir, perekonomian Indonesia tengah mengalami masa transisi dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah. Diproyeksikan pendapatan per kapita Indonesia akan melampaui US$ 4.000 dan akan masuk ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah.

"Tapi untuk mencapai taraf tersebut, bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa indikator ekonomi dan teknologi menunjukkan bahwa Indonesia harus bekerja keras untuk tidak terperangkap ke dalam jebakan kelas menengah atau middle income trap," paparnya. Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Latif Adam menyebutkan untuk meningkatkan daya saing, Indonesia masih menemui berbagai kendala-kendala. "Salah satu kendala terbesar adalah lemahnya daya saing industri domestik akibat tidak adanya kebijakan industri yang jelas dan implementasi kebijakan industri yang buruk. Agenda pembangunan ke depan seharusnya fokus pada penguatan daya saing industri yang berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran," katanya. (zul/hen). Artikel diambil dari berita LIPI.

Daya saing bidang pangan masih rendah

Daya saing Indonesia masih perlu ditingkatkan, demikian ditegaskan oleh LIPI yang mencontohkan salah satu bidang strategis di bidang pangan yang mempunyai daya saing yang masih rendah sehingga Indonesia masih harus impor pangan. LIPI mengakui daya saing produk Indonesia masih tertumpu pada produk yang berbasis sumber daya alam. "Produk berupa komoditi strategis seperti pangan, kita belum memiliki daya saing sama sekali," kata Kepala LIPI Lukman Hakim di Jakarta, Senin (23/12/2013). Lukman berharap pemimpin negara di masa mendatang memberi perhatian khusus terhadap daya saing ekonomi. "Pemimpin Indonesia masa mendatang seharusnya melihat kondisi perekonomian sekarang untuk memberikan gambaran dalam membuat agenda pembangunan ekonomi ke depan," katanya.

Beberapa indikator menunjukkan daya saing perekonomian Indonesia relatif tidak mengalami perubahan. Hasil survey 'Doing Business 2013' menunjukkan posisi competitiveness Indonesia kalah dari Vietnam yang baru merdeka. Lukman menegaskan dalam satu dekade terakhir, perekonomian Indonesia tengah mengalami masa transisi dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah. Diproyeksikan pendapatan per kapita Indonesia akan melampaui US$ 4.000 dan akan masuk ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah.

"Tapi untuk mencapai taraf tersebut, bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa indikator ekonomi dan teknologi menunjukkan bahwa Indonesia harus bekerja keras untuk tidak terperangkap ke dalam jebakan kelas menengah atau middle income trap," paparnya. Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Latif Adam menyebutkan untuk meningkatkan daya saing, Indonesia masih menemui berbagai kendala-kendala. "Salah satu kendala terbesar adalah lemahnya daya saing industri domestik akibat tidak adanya kebijakan industri yang jelas dan implementasi kebijakan industri yang buruk. Agenda pembangunan ke depan seharusnya fokus pada penguatan daya saing industri yang berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran," katanya. (zul/hen). Artikel diambil dari berita LIPI.

Monday, July 8, 2013

Gula "rare sugar" membawa efek pada kualitas kefir

Rare sugar jenis D-psicose ternyata mampu meningkatkan sifat antioksidant pada kefir susu kambing dan sifat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gula lokal konvensional seperti gula pasir dan gula aren. Hal ini diungkapkan peneliti pangan asal Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, Amanda Liana Aristya pada acara sidang tesis tanggal 8 Juli. Penelitian tersebut berlangsung baru-baru ini dan menjadi topik penelitian untuk dapat lulus dari program studi Magister Ilmu Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP.

Dalam penelitiannya, susu kambing direaksikan dengan berbagai macam gula pada saat pasteurisasi yang selanjutnya dibuat menjadi kefir. Selain itu, penambahan gula rare sugar ini, juga unik karena mampu mempengaruhi total yeast pada kefir. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan.

------------------------------------
Artikel ini adalah original article yang dipublikasikan oleh Indonesian Food Technologist Community. Jika akan melakukan sitasi, mohon dapat memberikan sumber dari kami, yaitu:

Indonesian Food Technologist Community. 2013. Kumpulan Artikel dari Anggota Indonesian Food Technologist Community. www.ift.or.id.

Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Bakteri tahan panas pada minuman cup plastik

Indonesian Food Technologist Community membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk bertanya perihal pangan. Berikut ini adalah pertanyaan dari Sdr. Lingga Bayu Saputra:

1. Apakah ada juga bakteri yang tahan panas pada produk minuman cup plastik, misalnya pada minuman teh dalam cup dan minuman kopi/kapucino dalam cup?
2. Jika ada, apa jenis bakteri tersebut. Apakah tergolong C. botulinum atau B. steatrothermophillus atau jenis bakteri lain?
3. Lalu, bagaimana cara menghilangkan dan tindakan preventif untuk bakteri tersebut jika dalam proses produksinya telah melewati proses HTST 130-135 derajat Celcius?
4. Biasanya, apa saja yang bisa mempengaruhi bakteri tahan panas itu dapat tumbuh?

Berikut ini jawaban dari ahli pangan bidang pengawetan pangan, Setya Budi M. Abduh, SPt., MSc.:

--------------------------------------------------------------------------------------
1. Spesies bakteri seperti yang disebutkan memang tetap mungkin hadir dalam produk namun lebih dalam bentuk spora. Spora inilah yang tahan panas. Spora, fase dorman bakteri, mungkin ada di sana karena mereka memang ada di mana-mana di antaranya akibat terbawa oleh angin. Ketika lingkungan berupa nutrien sudah mendukung, spora lalu menjadi aktif kembali sebagai bakteri vegetatif yang bermetabolisme dan memperbanyak diri. Pada tahap inilah resiko kerusakan produk bahkan produksi toksin dapat terjadi.

2. Akan tetapi kemungkinan jenis lain juga ada karena penelitian membuktikan bahwa telah ditemukan spesies-spesies bakteri lain yang lebih tahan panas.

3. Untuk menghilangkannya, tentu saja memastikan pemanasan melampaui batas ketahanan spora terkait mengingat ketahanan panas spora adalah beragam. Beberapa spesies memang terbukti tahan terhadap suhu pemanasan UHT. Keragaman dapat terjadi bahkan dalam spesies yang sama. Fakta lebih menarik adalah, kelompok termofilik, ternyata tidak selamanya lebih tahan panas dibanding kelompok mesofilik. Selain itu, tampilan ketahanan panas spesies tertentu seringkali berbeda dalam sistem pemanas batch dan kontinyu. Inilah urgensi kajian ketahanan panas bakteri dilakukan, terutama sesuai dengan sistem yang digunakan dalam produksi. Akurasi target ini yang juga berperan dalam keberhasilan proses. Termasuk di dalamnya dengan pemilihan fase terlemah kehidupan bakteri sebagai target pemanasan. Untuk mencegahnya, tentu saja dengan aseptic packaging. Selain itu memastikan bahan baku yang digunakan minim dalam kandungan spora

4. Tidak ada hal istimewa yang mendukung pertumbuhan bakteri. Perhatian sebenarnya ditujukan pada faktor yang mendukung pembentukan spora tahan panas. Sebagian faktor memang bersifat genetik. Namun faktor lingkungan berupa kelaparan, selain kehadiran mineral tertentu misalnya manganese dianggap menjadi perangsang terbentuknya spora.

Redaksi

------------------------------------
Artikel ini adalah original article yang dipublikasikan oleh Indonesian Food Technologist Community. Jika akan melakukan sitasi, mohon dapat memberikan sumber dari kami, yaitu:

Indonesian Food Technologist Community. 2013. Kumpulan Artikel dari Anggota Indonesian Food Technologist Community. www.ift.or.id.

Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Friday, July 5, 2013

International Conference on Small Island Culture di Univ. Pattimura

Universitas Pattimura bekerjasama dengan Southern Cross Univ. Australia akan mengadakan seminar internasional yang akan diadakan pada tanggal 10-13 Juli 2013 di Tual dan Langgur, Provinsi Maluku. Tema seminar ini adalah Sustainable Island Future. Anggota IFTC yang kini tengah dalam studi program doktor, mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar ini secara gratis dan panitia seminar akan menanggung biaya transportasi dan akomodasi untuk ke tempat seminar (dengan catatan khusus).

Bagi yang berminat, dapat menghubungi redaksi melalui email: redaksi@ift.or.id.

------------------------------------
Artikel ini adalah original article yang dipublikasikan oleh Indonesian Food Technologist Community. Jika akan melakukan sitasi, mohon dapat memberikan sumber dari kami, yaitu:

Indonesian Food Technologist Community. 2013. Kumpulan Artikel dari Anggota Indonesian Food Technologist Community. www.ift.or.id.

Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Thursday, June 27, 2013

Peluang pengembangan energi di Indonesia selain nuklir

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk sumber daya untuk tujuan pembangkit tenaga listrik. Dalam sebuah pertemuan internasional, Wahyu W. Pandoe dari BPPT Technology Centre for Marine Survey, menginformasikan berbagai sumber energi dari perbedaan panas air laut dan arus laut di wilayah selat dan sungai. Di Korea sudah dikembangkan teknologi arus guna keperluan pemenuhan energi. Hal ini juga sangat penting dikembangan di Indonesia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pri Utami, Head of Geothermal Research Centre, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University yang menjelaskan potensi geothermal untuk keperluan pembangkit tenaga listrik yang bebas polusi. Lekelia D. Jenkins dari University of Washington yang juga berkesempatan mengemukakan penelitiannya, dewasa ini tengah mempelajari energi pasang surut atau biasa disebut dengan tidal energi. Energi ini merupakan energi yang sangat besar dan dapat diterapkan disemua negara termasuk Indonesia yang dapat sebagai pengganti energi selain energi nuklir.


------------------------------------
Artikel ini adalah original article yang dipublikasikan oleh Indonesian Food Technologist Community. Jika akan melakukan sitasi, mohon dapat memberikan sumber dari kami, yaitu:

Indonesian Food Technologist Community. 2013. Kumpulan Artikel dari Anggota Indonesian Food Technologist Community. www.ift.or.id.

Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Tuesday, June 25, 2013

Ketika jurnal tidak lagi menjadi rujukan ilmiah

Beribu-ribu jurnal kini dapat dengan mudah ditemukan dan angka itu selalu bekembang dari waktu ke waktu. Data yang dikumpulkan semakin lama semakin bertumpuk dan nilai kemanfaatannya makin lama makin sedikit. Pada saat itulah, jurnal tidak lagi menjadi kebutuhan sebuah peneliti. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi penelitian yang berhubungan dengan penelitian yang berkesinambungan seperti penelitian DNA adau genetik.

Menurut Atul Butte dari Sanford University School of Medicine, peningkatan kekayaan dana di bank hanya 1% pertahun namun peningkatan kekayaan data bidang genetik dapat mencapai dua kali lipatnya. Oleh karena itu, maka yang akan menjadi trend adalah bukan lagi jurnal melainkan repository. Berbagai macam repository telah tersedia bahkan dapat diakses dengan mudah. Bukan saja perkembangan repository saja, perkembangan produk modifikasi DNA juga telah banyak ditemukan di web seperti tikus dengan perlakuan tertentu. Terdapat suatu web yang menjual tikus dengan perlakuan khusus yang dapat digunakan untuk penelitian lanjutan dengan harga yang fantastis.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Redominasi rupiah terhadap bidang pangan

Rupiah dirasa sudah terlalu banyak angka nol nya. Namun jika dibandingkan dengan Turki beberapa waktu lalu, yang angka nolnya mencapai 8, redominasi rupiah dengan membuang angka nol sebanyak tiga, dinilai bukan bandingannya. Redominasi berbeda dengan senering yang pernah dilakukan oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Redominasi adalah membuang angka nol, sehingga daya beli tidak berubah. Yang berubah adalah persepsinya. Sedangkan senering adalah pemotongan nilai uang sehingga akan menurunkan daya beli. Contoh senering: pemotongan nilai mata uang menjadi setengahnya. Artinya yang tadinya kita mempunyai uang Rp. 5000 yang bisa digunakan untuk membeli roti, maka dengan senering, kita hanya bisa membeli setengah roti. Kalau senering, roti yang tadinya harganya 5000 akan berubah menjadi 5 dan penghasilan kitapun, akan berubah 1/1000 nya.

Hal ini dapat memicu inflasi karena dalam realitasnya, masyarakat akan melakukan penetapan harga baru yang bukan semata-mata dari penghilangan tiga angka nol. Misalnya roti seharga Rp. 5.500 dapat berubah menjadi Rp. 6. Dapat dipastikan tidak ada pedagang yang merubahnya menjadi Rp. 5.

Itulah sebabnya redominasi juga akan berakibat pada melemahnya masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan karena diduga harga pangan juga akan semakin melesat melebihi patokan atau rumus yang seharusnya.

Ahmad
Kontributor IFT

Sumber pustaka:
H. Susianto. 2013. The psychological effect of rupiah redomination. KAVLI Frontiers of Science Symposioum. Bali.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Data statistik yang berharga yang tidak disadari

Data ternyata ada dimana-mana termasuk data yang tidak kita sadari, akan dengan mudah ditemukan sebenarnya. Terlebih lagi sekarang ini, transaksi bisa dilakukan secara online, maka data dapat diambil. Data tersebut sebenarnya oleh orang yang tepat, dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu kejadian atau bahkan dapat digunakan untuk dasar mengambil kebijakan. Hal ini disampaikan oleh Devravrat Shah, peneliti dari Massachusetts Institute of Technology, United State di Nusa Dua, Bali (25/6).

Dengan menggunakan kartu kredit, data mengenai kekayaan seseorang, kebutuhan keseharian, gaya hidup, dan volume pekerjaan dapat diketahui. Akan tetapi data ini sering kali tidak disadari dan tidak dianggap sebagai suatu hal yang penting, padahal data ini merupakan hal yang sangat berarti untuk menentukan kebijakan khusus, misalnya: berapa dana pinjaman yang bisa ditawarkan untuk seseorang, atau dapat juga untuk menawarkan promosi yang tepat terhadap barang yang dibutuhkan.

Hal yang lain juga dapat diungkap dari data penggunaan kartu kredit ini. Misalnya monitoring kesehatan seseorang dari barang-barang yang dibelinya. Oleh karena itu, data ini jika jatuh pada orang yang tepat, maka akan sangat berguna. Rupanya perkembangan ini sudah dimulai di Indonesia dengan hal yang kecil. Contohnya, menyebutkan nomor HP di kasir saat pembayaran. Hal ini telah dilakukan oleh sebuah mart di Indonesia, yang sebenarnya perusahaan itu sedang mengumpulkan data tanpa disadari oleh konsumennya. Perusahaan itu akan menawarkan hadiah yang berlimpah, supaya dapat dijalankan tanpa terasa, tapi percayalah, hasil yang didapat akan jauh lebih banyak dari hadiah yang diberikan itu.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Thursday, May 30, 2013

Riset Bidang Kesehatan Dari Kacamata Australia

Riset kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam bidang kesehatan
adalah terfokus pada penanganan penyakit malaria. Hal ini diungkapkan
oleh Dr. Geoffrey Marks dari Queensland University pada acara Joint
Seminar tanggal 30/5 di Fak. Hukum UNDIP.

Selain itu, koor penelitian dalam bidang pengukuran derajat kesehatan
juga menjadi sasaran kegiatan seperti penekanan angka kematian di Kab.
Ende, kematian akibat stroke di Indonesia.

Permasalahan HIV AIDS juga masih mendapat skala prioritas yang utama
disamping kesehatan bayi dan ibu hamil juga menjadi salah satu topik
hangat bidang kesehatan.

Problem yang muncul di Indonesia adalah penduduk desa dan masalah
kesehatannya, daerah perkotaan yang tidak mendapat penanganan yang
baik bidang kesehatan, fasilitas kesehatan yang belum memadai.

Thursday, May 16, 2013

UNDIP Buka Kesempatan Beasiswa Exchange Student ke Jepang

Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro membuka kesempatan bagi para mahasiswa FPP UNDIP yang kini berada pada semester akhir untuk mengikuti program exchange student ke Kagawa university dengan biaya dari pemerintah Jepang.

Sebagaimana diungkapkan oleh Pembantu Dekan IV Fakultas Peternakan dan Pertanian, Dr. Ir. A. Hintono, MP., kegiatan ini sebagai tindak lanjut program kerjasama antara FPP UNDIP dan Agriculture Faculty Kagawa University yang akan menjadi kegiatan tahunan dan diharapkan dapat memberangkatkan paling tidak satu mahasiswa ke Jepang.

Selain kegiatan pemberangkatan mahasiswa ke Jepang, maka Universitas Diponegoro dalam hal ini, Fakultas Peternakan dan Pertanian juga akan menerima kunjungan dari mahasiswa Kagawa University guna melihat dari dekat sistem pertanian secara luas yang ada di Indonesia, demikian diungkapkan oleh fasilitator kegiatan, Ahmad N Al-Baarri, PhD. Untuk informasi dan pendaftaran dapat langsung diperoleh melalui Pembantu Dekan IV Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.

Redaksi.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

Saturday, May 11, 2013

KOPI: ANTARA LIFE STYLE DAN PANGAN FUNGSIONAL


Secangkir kopi di pagi hari biasa dilakukan untuk menjaga stamina dan secangkir kopi di sore hari sangat berguna untuk membantu stamina agar mata tetap terjaga pada malam hari untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk. Bahkan sekarang minum kopi sudah berubah menjadi life style. Pelajar, pekerja, wirausahawan, pegawai negri atau siapapun memesan secangkir kopi hangat ataupun dingin hanya sekedar untuk teman ngobrol dan nongkrong di café-café keren, warung pinggir jalan, atau hanya sekedar menyeduh kopi instan. Adapun beberapa varian kopi yang terkenal dikalangan masyarakat seperti kopi tubruk, cappuccino, caffe latte, espresso dan white coffee yang sedang naik daun di industri periklanan.

Kopi berasal tanaman dengan family Rubiaceae. Kopi arabica (Coffea arabica) dan kopi rabusta (Coffea canephora) adalah jenis kopi yang sering dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Beberapa penelitian menyatakan kopi mengandung senyawa fungsional, yaitu sebagai antioksidan. Biji kopi mengandung senyawa fenol alami yang merupakan senyawa antioksidan pokok. Senyawa tersebut adalah asam caffeic dan asam chlorogenic. Asam chlorogenic mengandung beberapa isomer seperti seperti asam caffeoylquinic, asam dicaffeoylquinic dan feruloylquinic. Beberapa asam ini tak hanya membantu pembentukan antioksidan kopi, tetapi juga berperan dalam pembentukan rasa dan aroma kopi. Banyak sedikitnya asam chlorogenic pada kopi tergantung pada spesies, varietas dan proses pemanggangan biji kopi.

Proses pemanggangan biji kopi diawali dengan fase pertama yaitu pengeringan dibawah suhu 160˚C dan fase kedua pemanggangan pada suhu antara 160 – 260˚C. Pada fase kedua terjadi reaksi pirolitik (190˚C) yang menyebabkan oksidasi, reduksi, hidrolisis, polimerisasi, dekarboksilasi dan perubahan – perubahan kimia lain yang mempengaruhi sifat sensorik kopi. Setelah fase kedua, biji kopi harus segera didinginkan (menggunakan air atau udara sebagai agen pendingin) untuk mencegah adanya proses pemanggangan yang berlebih sehingga dapat mengubah kualitas. Aroma, rasa, warna, suhu biji kopi, pH, bean pop, berat yang hilang, komposisi gas dan volume merupakan beberapa parameter yang dapat dijadikan indikator untuk menentukan tingkat pemanggangan.

Pemanggangan menyebabkan komposisi kimia kopi seperti protein, asam amino, gula pereduksi, sukrosa, trigonelline, asam chlorogenic dan air mengalami penurunan serta terbentuk melanoidins, yang merupakan hasil dari reaksi maillard. Reaksi maillard terjadi karena adanya pengentalan antara gula dengan asam amino bebas, yaitu peptide atau protein, dan menghasilkan berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan atau bahkan sifat prooksidan.

Meskipun senyawa antioksidan hilang saat pemanggangan biji kopi, sifat antioksidan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan dengan pengembangan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, termasuk reaksi maillard. Akan tetapi hal itu tidak sepaham dengan penelitian dari Vignoli et al. (2011) yang berpendapat bahwa aktivitas antioksidan tidak dipengaruhi oleh kondisi pemanggangan karena degradasi senyawa antioksidan pada kopi diimbangi dengan pembentukan melanoidins. Tingginya aktivitas antioksidan tergantung pada jenis kopi yang digunakan dan kopi robusta menghasilkan aktivitas antioksidan yang tinggi.

Daftar Pustaka :
Anese, M. and M.C. Nicoli. 2003. Antioxidant properties of ready to drink coffee brews. J. Agric. Food. Chem. 51(4): 942-946.
Bitam M.G and M. Preda. 2005. The effect of temperature and roasting degree on the total phenolic content of coffee brews. Sci.Study and Research. VI(2): 239-242
Duarte, S.M. da S., C.M.P. da Abreu, H.C. de Menezes, M.H. dos Santos, C.M.C.P. Gaouvea. Effect of processing and roasting on the antioxidant activity of coffee brews. Ciênc. Tecnol. Aliment., Campinas. 25(2): 387-393.
Vignoli, J.A., D.G. Bassoli and M.T Benassi. 2011. Antioxidant activity, polyphenols, caffeine and melanoidins in soluble coffee: the influence of processing conditions and raw material. Food Chem.124 : 863-868.
Votavova, L., M. Voldrich, R. Sevcik, H. Cizkova, J. Mlejnecka, M. Stolar and T. Fleisman. 2009. Changes of antioxidant capacity of robusta coffe during roasting. Czech.J.Food Sci. 27: S49 – S52.

Penulis:
D. A. P. Puspitasari
Penulis adalah pemerhati pangan Indonesia dan sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
E-mail penulis: dyahayu.pediatrika@yahoo.com

Alamat sitasi:
D. A. P. Puspitasari. 2013. Kopi: antara lifestyle dan pangan fungsional. Artikel Pangan Indonesian Food Technologist Community. http://www.ift.or.id/2013/05/kopi-antara-life-style-dan-pangan.html. Tanggal akses.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, April 27, 2013

Kompetisi Global Online Ashoka Changemakers, Nutrients for All: Vitality for People and the Planet

Lingkungan, pertanian, makanan, kesehatan dan kesejahteraan kita terhubung erat oleh nutrisi. Rantai nilai nutrisi (nutrient value chain)—proses dihasilkannya dan mengalirnya nutrisi dari lingkungan ke tanah, pertanian, makanan, dan manusia – menciptakan kesehatan dan kehidupan bagi manusia dan planet bumi. Tantangan kita terpampang jelas: kita perlu membangun rantai nutrisi sehingga menjadi lebih kuat, saling terkait, dan lebih produktif.

Mulai 17 April hingga 19 Juni 2013, Ashoka Changemakers mencari solusi inovatif dan membangun komunitas aksi dari berbagai sektor untuk bersama-sama menjawab tantangan ini. Kompetisi Global Online Nutrients for All: Vitality for People and the Planet berupaya merangkai kepingan-kepingan inovasi ini menjadi solusi berkelanjutan yang melampaui batas bidang atau gagasan tertentu. Sejumlah total $45.000 tersedia bagi solusi terbaik.

Kunjungi http://www.changemakers.com/nutrientsforall untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, April 13, 2013

Sekilas Tentang Tape Ketan dan Daun Pisang

Tape ketan adalah makanan tradisional daerah pasundan Jawa Barat yang terbuat dari beras ketan yang memiliki rasa manis di fermentasi menggunakan ragi selama kurun waktu tertentu. Tape ketan selama fermentasi menghasilkan alkohol sebagai hasil fermantasi.

Pada zaman dahulu leluhur kita sudah memanfaatkan daun sebagai pembungkus untuk makanan. Sebagai bahan makan tradisional tape secara alami di bungkus menggunakan bahan-bahan alamin serti daun-daunan contohnya menggunakan daun waru, daun pisang, daun jati dan daun jambu air. Daun jati digunakan untuk pengemasan adalah yang mempunyai bentuk bulat seperti telur yang posisinya di balik. Dari daun jati memiliki ciri-ciri ini yaitu bulu yang halus dan rambut kelenjar dipermukaan bawahnya. Apabila daun jati ini diremas akan mengeluarkan getah yang berwarna merah. Sedangkan untuk daun pisang alasan penggunaan sebagai kemasan yaitu sifat kelenturan daun pisang yang mudah dibentuk sebagai pembungkus makanan tradisional, namun tidak semua daun pisang baik digunakan sebagai bahan pembungkus/pengemas, disebabkan karena karakteristik daun yang berbeda terutama tingkat kelenturannya. Selain itu daun pisang menambah aroma pada makanan. jika penggunaan daun waru dapat mengurangi alkohol pada produk yang dibuat tape ketan.

Langkah-langkah pembuatan pengemas alami yaitu dilakukan dengan cara:
• Carilah bahan pengemas dari daun yang bersih dan masih muda
• Daun yang sudah dipetik kemudian dicuci dan dibersihkan dengan menggunakan air
• Kemudian dilayukan dengan menggunakan panas matahari supaya daun menjadi lebih lentur
• Mengiskan bahan tape ketan ke dalam daun
• Mamadatkan beras ketan sehingga tampak kompak dan padat
• Kemudian melipatkan sisi daun hingga simetris
• Lalu ke empat bagian daun dikuncupkan sehingga daun saling bertemu dan membentuk simetris di ke dua ujungnya
• Selanjutnya menguncinya menggunakan lidi yang sudah di runcingkan
• Lalu melipatnya menjadi tiga bagian
• Lalu menusuknya dari sisi satu ke sisi lainnya lalu menarik kedua ujung agar lidi menempel pada daun

Biasanya lapisan daun yang digunakan berlapis-lapis untuk mencegah kebocoran. Karena hasil fermentasi tape akan mengeluarkan alkohol. Namun pada masa sekrang ini seiring dengan perkembangan zaman maka pada proses pembuatannya tape ketan di sisipkan berupa platik tipis agar air yang hasil fermentasi tidak mengalami kebocoran.

Tujuan pengemasan alami adalah:
• Dapat menjadikan produk lebih tahan lama.
• Menjaga kebersihan makanan
• Tidak terjadi pencemaran dengan bahan kimia
• Jumlah alkohol yang dihasilkan dapat berkurang
• Lebih murah dan mudah ditemukan di setiap daerah
• Biaya pembuatan/produksi dapat ditekan

Manfaat yang diperoleh dengan pengemasan alami adalah:
• Produk tape yang menghasilkan alkohol akan lebih mudah diserap oleh daun karena memiliki daya serap yang tinggi
• Daun juga dapat menambah aroma dan kelezatan pada tape
• Desain lebih beragam
• Mengurangi pencemaran terhadap lingkungan
• Mudah terurai oleh bakteri tanah
• Tidak perlu dilakukan daur ulang
• Dapat menarik konsumen untuk membelinya
• membantu mengontrol keluarnya alkohol
• Membantu proses kerja peragian (fermentasi)

Pustaka :
Pembuatan Tape Ketan. 1982. Paket Industri Pangan untuk Daerah Pedesaan. Pusat Peneletian dan Pengembangan Teknologi Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Saban, S. 2000. Kemasan Sebelum Plastik Kertas dan Plastik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI), Bandung.

Penulis:
Anik Siswi Mentari, Aji Prasetyo, Rizky Rahmadhani P., Yori Ermando Yulma

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, March 15, 2013

Komputerisasi/digitalisasi Produk Pertanian di Indonesia

Indonesia dan pertanian merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pembangunan pertanian di Indonesia sudah semestinya menempati posisi nomor satu dalam kebijakan pemerintah. Untuk pengembangan pertanian di Indonesia, metodenya bisa berupa metode yang sudah dikembangkan di luar negeri lalu diadaptasikan dengan keperluan di Indonesia.

Baru-baru ini, staf Indonesian Food Technologist Community, diundang untuk hadir dalam pertemuan dengan wakil dari Lincoln University, Dr. David Cobham (http://staff.lincoln.ac.uk/dcobham, untuk melihat detail). Hal yang menarik untuk disampaikan adalah pola pengembangan pertanian di Inggris, yang mengarah kepada pengayaan database produk lokal mereka. Para peneliti di universitas tersebut menggunakan sistem komputer untuk memetakan produk lokal hingga dapat menjawab berbagai persoalan di dunia pertanian melalui sistem model dengan bantuan komputer.

Teknologi seperti ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia dan metodenya tidak terlalu rumit. Dalam kesempatan ini, David juga menawarkan robot yang bisa mengambil image dari tempat yang jauh sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan kemudian kembali lagi dengan membawa gambar atau video hasil jepretan robot tersebut. Mungkin untuk yang ini, sangat baik untuk memetakan berbagai flora atau fauna di kawasan pedalaman di Indonesia. Sudah saatnya Indonesia memikirkan hal ini.

Dikirim dari kontributor IFT Community untuk wilayah Jawa Tengah.

Image adalah logo Lincoln University dari wikipedia.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Tuesday, March 12, 2013

Hasil Workshop Kementerian Pertanian tentang Tanaman Koro

Tanaman koro merupakan tanaman lokal dengan potensi untuk dapan ditingkatkan produksinya di Indonesia. Tanaman koro dapat dikembangkan sebagai sumber pakan dan pangan alternatif akan tetapi sayangnya belum optimal pengembangannya. Dalam penanamannya, tanaman koro lazim dijadikan sebagai tanaman sela. Pengembangan tanaman koro ini, sejalan dengan arahan Presiden RI dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan sesuai dengan target pembangunan pertanian indonesia, yaitu peningkatan diversifikasi pangan yang dapat dituangkan dalam berbagai macam aksi, diantaranya dengan peningkatan investasi agroindostri pangan berbasis pangan lokal. Diversifikasi pangan ini akan berdampak luas dan dapat mengurangi ketergantungan kedelai. Tanaman koro juga dapat digunakan sebagai pupuk dan sumber bioenergi. Produksi tanaman koro berkisar 7 ton/ha ditambah dengan produksi pupuk hijau sebanyak 40 ton/ha. Kandungan proteinnya yang sebesar 27%, mampu menggantikan protein kedelai.

Melalui misi Kementerian Pertanian untuk mengamankan plasma nutfah dan mendukung diversifikasi pangan dan serta sesuai dengan peraturan pemerintah tentang percepatan penganekaragaman konsumsi berbasis sumber daya lokal, maka perlu adaya program peningkatan investasi. Untuk mencapai hal ini, diperlukan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan tanaman koro sebagai pangan alternatif diantaranya dengan penyediaan bibit tanaman koro, mapping lahan tanaman koro, dan masih banyak lagi hasil workshop lainnya.

Workshop ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian bekerjasama Universitas Diponegoro dan Paguyuban Jawa Tengah. Hasil workshop ini dihadiri oleh Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian Dr. Ir. Haryono, MSc. dan berbagai nara sumber dari UNDIP, UGM, HKTI, Persatuan Tanaman Organik, dan KADIN yang akan dijadikan sebagai landasan bagi pemerintah terutama Kementerian Pertanian untuk mengambil kebijakan pemberdayaan tanaman koro di Indonesia.

Pustaka ini dapat disitir dengan menulis:
Kementerian Pertanian RI. 2013. Hasil Workshop Kementerian Pertanian RI tentang Permberdayaan Tanaman Koro. 11 Maret 2013. Universitas Diponegoro, Semarang. Indonesia.

Artikel ini dikirim oleh kontributor IFT Community wilayah Jawa Tengah (ALB).

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, March 9, 2013

Workshop Pemberdayaan Tanaman Koro Kementerian Pertanian

Seiring dengan arahan Presiden RI dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, yaitu untuk: (1) memastikan pasokan memenuhi kebutuhan pangan; (2) memastikan cadangan beras pemerintah kuat; dan (3) meningkatkan produktivitas dan produksi, maka perlu adanya program pemerintah untuk menggalakkan potensi tanaman pangan di Indonesia sebaga alternatif sumber pangan.

Untuk mencapai hal ini, perlu diadakan langkah sosialisasi dan program pemberdayaan tanaman pangan alternatif di Indonesia. Tanaman koro rupanya mempunyai prospek yang cukup cerah dari sekian banyak sumber tanaman pangan. Untuk itulah, Kementerian Pertanian RI akan melakukan program sosialisasi diantaranya dengan melakukan workshop.

Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP sebagai penggagas tanaman koro, bersama dengan Kementerian Pertanian RI, pada hari Senin 11 Maret 2013 akan mengadakan Workshop dengan tema "Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Tanaman Koro sebagai Sumber Pangan dan Pakan Alternatif". Acara ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI, Ir. H. Suswono, MMA. Harapannya, dengan diadakannya workshop ini, maka isu serta tantangan pangan yang tengah dihadapi ini dapat segera dituntaskan untuk mewujudkan kestabilan ketahanan pangan di Indonesia.

Hasil dari workshop
Artikel tentang hasil dari workshop dengan menteri pertanian ini dapat dibaca pada artikel ini: http://www.ift.or.id/2013/03/hasil-workshop-kementerian-pertanian.html.

Gambar dari web ini adalah diambil dari skalanews.com

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, March 8, 2013

5 Perguruan Tinggi Percontohan Lingkungan Hidup sebagai Green Campus


Secara khusus IFT Community mengucapkan selamat kepada Universitas Pattimura Ambon, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Cendrawasih Jayapura, dan Universitas Diponegoro Semarang atas penghargaan yang telah diberikan Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Doktor. Balthasar Kambuaya MBA. Penghargaan ini disampaikan setelah acara peresmian UNS menjadi percontohan kampus hijau, Rabu, 6 Maret 2013. Dalam rangka mendukung tercapainya program Universitas Sebelas Maret sebagai Green Campus, Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, bersama Walikota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo dan Prof. Dr. Ravik Karsidi. M.S selaku Rektor UNS, melakukan aksi penanaman pohon di sekitar kampus UNS.

Kelima universitas percontohan kampus hijau tersebut akan dipantau secara khusus oleh Kementerian Lingkungan Hidup selama setahun. Tiap universitas diharapkan membuat program bertema ramah lingkungan dan manakah yang paling bagus, akan diberi penghargaan. Pembangunan dengan memperhatikan keramahan pada lingkungan akan menjadi prioritas penilaian nantinya.

Disampaikan oleh kontributor IFT Community di UNS. Image dari FKIP UNS.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Wednesday, March 6, 2013

Pencemaran Daging Ayam di Pasar Tradisional

Makin tingginya polusi udara dan makin banyaknya faktor kontaminan terhadap produk pangan, semakin membuat konsumen khawatir untuk mengkonsumsi produk pangan yang beredar di sekitar kita. Daging, telur, susu, ikan, dan bahan pangan asal nabati selalu tercekam oleh banyaknya faktor-faktor tersebut yang akibatnya menjadikan angka pencemaran dalam produk pangan tersebut dapat semakin tinggi.

Penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh peneliti pangan Dr. Bambang Dwiloka dan kawan kawan, yang juga merupakan anggota IFT Community di salah satu pasar di kota Semarang, menunjukkan angka pencemaran Fe dan Zn yang masih dibawah ambang batas normal. Sebagaimana telah ditetapkan, ambang batas maksimum untuk kedua jenis logam ini adalah 40 ppm. Walaupun dibawah ambang batas maksimal, namun perlu terus diwaspadai karena kedua logam ini dapat dengan mudah terakumulasi didalam tubuh.

Berita dikirimkan oleh
Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS.
Peneliti Logam Berat pada Daging

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, February 28, 2013

Silaturahmi Ilmiah Internal: Sharing Kepakaran Bidang Peternakan dan Pertanian

Bidang pertanian dan peternakan di Indonesia selalu berkembang mengikuti tingkat kebutuhannya dan tidak dapat dipungkiri bahwa sisi pertanian masih perlu mendapat perhatian baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun sisi teknologi. Melihat kondisi ini maka terus diperlukan upaya untuk mengembangkan teknologi di bidang peternakan dan pertanian. Melihat kondisi seperti ini maka pada tanggal 26 Februari 2013 Fakultas Peternakan dan Pertanian menyelenggarakan acara "Silaturahmi Ilmiah Internal FPP UNDIP" guna menyebarluaskan informasi teknologi terkini dari seluruh civitas academica di lingkungan FPP UNDIP.

Menurut ketua penyelenggara, Drh. Dian Harjanti, PhD., selain presentasi secara oral oleh para doktor baru, sebanyak 16 poster penelitian terbaru juga ditampilkan. Menurut salah satu peserta poster, Ahmad N Al-Baarri, PhD, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peneliti untuk mempublikasikan karyanya dihadapan teman sejawat sehingga terjadi diskusi yang bernilai. Kegiatan ini diramaikan oleh presentasi 6 doktor baru FPP. Menurut data dari Pembantu Dekan I, Dr. Ir. Eko Pangestu, MP., dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sebanyak 12 staf edukatif FPP UNDIP telah berhasil meraih gelar doktor di bidang peternakan dan pertanian dan kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang menampilkan para doktor baru. "Harapannya, para doktor baru ini dapat mensosialisasikan kepakarannya agar dapat dapat diambil manfaatnya oleh seluruh staf", tambahnya. Acara ini disponsori oleh Journal of Indonesian Tropical Animal Agriculture dan Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. Dalam kesempatan ini juga diadakan expo produk susu diantaranya adalah yogurt buah dan penjualan jurnal dan proseding ilmiah.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Thursday, February 14, 2013

Tanya Jawab Ahli Pangan Indonesia

IFT Community telah me-launching suatu fitur di dalam website resmi IFT di www.ift.or.id yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum guna menanyakan segala hal yang berhubungan dengan pangan. Pertanyaan akan segera dibahas oleh jaringan ahli pangan yang tergabung dalam IFT Community network.

Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat atas pertanyaan yang mucul di masyarakat dan sekaligus dapat dijadikan ajang informasi kepada pembacanya. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa di Indonesia, banyak sekali permasalahan di bidang pangan dan fitur ini adalah jawabannya. Penanya berhak untuk mengajukan pertanyaan seputar produk pangan dan setiap pertanyaan yang masuk, akan dipilih untuk kemudian ditanyakan kepada ahli untuk mendapat jawaban.

Muncul di front page
Pertanyaan dan jawaban yang terpilih oleh redaksi, akan dimunculkan dalam halaman depan website IFT dan segera akan dengan mudah dapat diakses oleh semua orang. Fitur tanya jawab akan dikelompokkan kedalam kategori tanya jawab di dalam website sehingga mudah untuk dilacak. Guna melengkapi data penanya, maka hendaknya pihak penanya dapat mengisi seluruh form secara online sebelum bertanya.

Link khusus tanya jawab
Web IFT Community telah menyediakan link khusus untuk mengajukan pertanyaan di alamat ini: http://www.ift.or.id/p/tanya-ahli.html. Link ini dapat ditemukan juga pada header web IFT Community. Kami tunggu pertanyaan Anda.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Tuesday, February 12, 2013

Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Jurnal Pangan Resmi IFT Community

Teknologi pangan selalu berkembang dari waktu ke waktu, tidak ada bisa yang menghentikannya. Akibatnya, semakin banyak yang harus kita ketahui dan semakin temuan teknologi pangan yang dapat dimanfaatkan. Perkembangan teknologi ini perlu untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas termasuk dunia industri pangan.

Indonesian Food Technologist Community selalu menampilkan artikel yang menarik untuk disimak dan dikemas dalam sebuah jurnal yang bernama Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. Jurnal ini membahas hal-hal teknologi pangan disekitar kita sampai dengan teknologi pangan yang sedang dikembangkan di Indonesia. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan adalah free access journal, artinya, siapapun dapat membacanya.

Untuk pemesanan jurnal ini, silakan dapat menghubungi kami melalui email ke redaksi@ift.or.id. Untuk pengiriman artikel, redaksi hanya menerima artikel melalui sistem online via www.journal.ift.or.id. Artikel dapat berupa review, opini, "short research article", maupun "complete research article".
.
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, February 2, 2013

Daya Tampung Teknologi Pangan UNDIP

Pendaftaran SNMPTN 2013 telah dimulai sejak kemarin (1/2). Pemerintah
akan menanggung biaya pendaftaran SNMPTN, atau dengan kata lain:
gratis. Bedanya dengan pendaftaran SNMPTN yang dulu adalah cara
penjaringan pesertanya. Kini peserta SNMPTN sepenuhnya melalui jalur
undangan.

Informasi mengenai daya tampung Program Studi Teknologi Pangan UNDIP,
telah diterima redaksi dan kali ini program studi ini diberitakan akan
menampung mahasiswa sebanyak 80 mahasiswa. Sebagian besar akan
diterima melalui jalur SNMPTN dan sebagian kecilnya akan diterima
melalui jalur ujian mandiri yang akan dilaksanakan setelah ujian
SNMPTN.

Sunday, January 27, 2013

Teknologi Pangan Universitas Diponegoro

Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro akan membuka kesempatan kepada siswa-siswi lulusan SMA atau sederajat untuk belajar di bidang pangan. Program Studi Teknologi Pangan UNDIP akan menerima 80 mahasiswa yang nantinya akan dididik menjadi sarjana yang siap terjutn di dunia industri pangan dan praktisi bidang pangan. Sebagaimana diketahui, bidang pangan merupakan bidang yang strategis, dan selalu menarik perhatian masyarakat terutama bidang industri dan pemerintahan.

Bidang yang tidak pernah surut
Seiring dengan pertambahan populasi manusia, maka kebutuhan akan pangan akan selalu meningkat. Inilah sebabnya mengapa bidang pangan selalu mengalami pertumbuhan sebagaimana deret ukur, bukan deret hitung.

Bidang unggulan
Kompetisi mendapatkan pekerjaan kian ketat dan bidang pangan merupakan bidang yang dapat diunggulkan dalam hal lapangan kerja. Bisa kita perhatikan, hampir semua industri di dunia merupakan industri pangan. Hal ini sangat sinkron jika kita memperhatikan iklan di televisi yang sebagian besar adalah iklan pangan. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi, bidang pangan akan membuka kesempatan yang sangat luas dalam hal lapangan pekerjaan.

Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda untuk siap terjun dibidang pangan dengan mendaftar sebagai mahasiswa Teknologi Pangan. Kami siap untuk menerima Anda. Informasi pendaftaran dapat dilihat secara detail di http://um.undip.ac.id

Berita ini disampaikan atas kerjasama Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dan IFT Community.
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Saturday, January 26, 2013

Trend Penelitian Bakteri Asam Laktat Tingkat Dunia

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang mudah ditemukan dalam produk hewani, tapi tidak di dalam telur yang ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil. Di dunia, terdapat 2000 jenis makanan fermentasi yang sudah terdokumentasi dan sebagian besar berasal dari susu. Masyarakat kini mulai menyukai produk fermentasi karena banyak keuntungan yang didapat. Untuk kasus penyakit secara khusus, konsumsi susu probiotik terbukti dapat menolong penderita diabetes. Daging fermentasi juga terbukti dapat menurunkan populasi bakteri patogen dan meningkatkan senyawa yang bernama carnosine, suatu senyawa yang dapat meningkatkan vitalitas pria. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Anang M Legowo, peneliti dari Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada acara Seminar/Kongres Internasional Bakteri Asam Laktat ke-4 yang diselenggarakan oleh ISLAB (Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria) di Fak. Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Pada kesempatan ini, peneliti internasional dari India, Prof. Jyoti Prakash Tamang, juga menyampaikan bahwa makanan dari bahan beras adalah makanan yang paling stabil di dunia. Berbagai penelitian bakteri sebenarnya menghasilkan hasil yang dapat digunakan sebagai dasar penelitian para peneliti lain, seperti penyimpanan bakteri yang optimal disimpan dalam 15% gliserol pada suhu -20˚C. Peneliti probiotik selalu menghasilkan kesimpulan pada sifat antimicrobial, penghasil amino, dan sebagai antioxidant. Dia mengungkapkan bahwa sudah semestinya Indonesia mempunyai codec bakteri seperti di India (yaitu adalah MPCC). Peneliti yang telah menghasilkan ratusan artikel internasional ini juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki bakteri jenis Klebsiella pneumonia, bakteri penyebab penyakit pneunomena tapi dapat dimanfaatkan dalam pangan. Bakteri ini banyak ditemukan di tempe sebagai penghasil vitamin B12. Makanan fermentasi selalu menimbulkan efek positif, seperti Kimchi yang dapat mencegah konstipasi, kanker usus, dapat menurunkan serum kolesterol, dan dapat menghasilkan senyawa anti stress. Peneliti ini juga menegaskan bahwa ketika bakteri asam laktat tumbuh, maka enterobectericeae atau bakteri patogen akan menurun tajam bahkan pada jam ke-8 akan hilang. Peneliti ini adalah dari Sikkim Central University dan telah menerapkan pembahasan materi asam laktat sebagai materi utama dalam mata kuliah mikrobiologi pangan. Kini dia sedang membuat buku berjudul "Beneifts of Fermented Foods and Beverages" dan untuk menyusun buku ini, dia mengundang peneliti Indonesia untuk ikut ambil bagian.

Dr. Fransisco B Elegado University of Philippines Los Banos (UPLB) dalam makalah orasinya berjudul "Bench scale growth optimization of selected potential probiotic bacteriocicogenic LAB using response surface methodology" mengungkapkan bahwa terdapat 85 jenis fermented food di piliipina dan 37 jenis bakteri asam laktat. Mayoritas adalah L. pentosus. Peneliti ini telah mengembangkan media berbahan dasar air kelapa dan telah berhasil menggantikan MRS. Air kelapa ditambahkan berbagai senyawa pendukung seperti ekstrak daging, glukosa, susu skim dan terbukti dapat menumbuhkan bakteri asam laktat dengan sangat baik.

Artikel ini dibuat untuk Indonesian Food Technologist Community dan disarikan oleh A. N. Al-Baarri (Peneliti Pangan dari Universitas Diponegoro) dan dapat dirujuk menjadi daftar pustaka sebagai berikut:
A. N. Al-Baarri. 2012. Trend Penelitian Bakteri Asam Laktat Tingkat Dunia. Kompilasi Orasi Ilmiah pada Seminar Internasional Bakteri Asam Laktat ke-4. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Friday, January 25, 2013

Bakteri Asam Laktat pada Air Susu Ibu

Bakteri asam laktat mempunyai peranan yang sangat besar bagi kesehatan tubuh. Seorang professor di Jepang menyebutkan bahwa kunci kesehatan tubuh adalah pada keberadaan enzim dari bakteri. Baru-baru ini peneliti Prof. Dr. Lilis Nuraida berhasil mengisolasi bakteri asam laktat dari air susu ibu (ASI). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ASI mengandung 3-4 log unit CFU/ml bakteri asam laktat. Diantara bakteri asam laktat yang berhasil diisolasi ini, ditemukan L. rhamnosus sebagai bakteri yang dominan.

Bakteri asam laktat yang telah diisolasi ini, berhasil diidentifikasi fungsinya sebagai antidiare. Fungsi ini bukan untuk obat penyembuh diare akan tetapi lebih ke arah pencegahan diare. Selain itu, fungsi lainnya adalah sebagai immunomodulator (perangsang) sel kelenjar limpa dan menghasilkan ekstra alfa immunoglobulin. Sehubungan dengan peningkatan immunoglobulin, maka beberapa peneliti lain seperti Prof. Dr. Hardinsyah juga menemukan hal yang sama, bahwa implementasi bakteri asam laktat dapat meningkatkan serum immunoglobulin. Bakteri asam laktat yang paling dominan ini, juga mencegah hypocholesterolemic. Fungsi terakhir yang dapat disebutkan dalam dalam artikel ini bahwa bakteri asam laktat ini dapat menekan pertumbuhan S. sakazakii.

Disarikan oleh A. N. Al-Baarri dari International Congress of Lactic Acid Bacteria di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 25 Januari 2013

Saturday, January 19, 2013

Banyak Ikan Laut Berpengawet Bahan Kosmetik Berbahaya

Ikan digemari karena selain rasanya yang enak, juga karena nilai gizinya yang sangat tinggi. Ikan merupakan sumber protein hewani, karena kandungan protein dalam ikan yang cukup tinggi. Selain itu, ikan juga mengandung lemak dan zat besi. Kandungan lemak omega 3 pada ikan sangat berguna untuk mencegah berbagai penyakit seperti jatung, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah dan juga kanker. Menurut ahli kesehatan, mengkonsumsi ikan secara teratur sebanyak 30 gram per hari dapat menekan kemungkinan serangan penyakit jantung hingga 50 %. Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa penderita penyakit jantung yang mengkonsumsi ikan 3 kali dalam seminggu, terbukti memiliki angka kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita penyakit jantung yang tidak mengkonsumsi ikan sama sekali.

Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak bila didiamkan dalam ruangan dengan udara terbuka, seperti perubahan warna, bentuk dan aroma. Kerusakan dapat disebabkan oleh pertumbuhan mikroba, keaktifan enzim, perkembangbiakan serangga, pengaruh pemanasan atau pendinginan, kadar air, oksigen dan sinar. Agar dapat disimpan dalam waktu yang lama, ikan diawetkan dan diberi bahan-bahan tambahan tertentu. Cara pengawetan ikan pun bervariasi, diantaranya dengan penambahan garam yang kemudian dijemur bibawah sinar matahari langsung (penggaraman), lalu pembekuan didalam lemari pendingin untuk memperkecil aktivitas enzim oleh mikroba, pengasapan, dan sebagainya.

Namun, tahukah anda jika ikan yang kita konsumsi mengandung berbagai macam zat kimia yang berbahaya bagi tubuh? Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara, menemukan bahwa sebagian besar dari 58 sampel ikan dari 20 spesies yang diperoleh dari tempat pelelangan ikan disepanjang Teluk Manila, Filipina mengandung bahan kimia yang biasa digunakan sebagai bahan campuran kosmetik (PCPs). Campuran kosmetik tersebut digunakan sebagai bahan untuk mengawetkan ikan agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.

Penelitian yang dilakukan di Ehime University, Jepang, menggunakan 58 sampel ikan dari 20 spesies ikan yang diketahui. Sampel diperoleh langsung dari tempat pelelangan ikan disepanjang Teluk Manila, Filipina. Sampel ikan tersebut kemudian disimpan pada suhu 25°C didalam bank es di Ehime University. Kemudian sampel ikan tersebut diteliti dengan menggunakan metode ekstraksi dengan larutan n-heksana dan aseton yang menggunakan alat "High Speed Solvent Extractor". Hasil ekstraksi kemudian dimurnikan dari faktor pengganggu dan siap untuk dianalisis.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sangat mencengangkan, karena hampir semua jenis ikan yang dianalisis terkontaminasi dengan bahan-bahan PCPs (Personal Care Products), PCPs adalah sejenis bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai antimikroba pengawet pada kosmetik dan produk kecantikan. Diantara bahan kimia yang termasuk PCPs adalah 4 bahan pengawet kosmetik (metil, etil, propil dan butil) dan dua senyawa antimikroba yaitu triclosan (TCS) dan triclocarban (TCC). Telah diketahui bahwa PCPs terdeteksi jaringan tumor payudara pada manusia. Triclosan telah terbukti memiliki pengaruh pada sistem tiroid katak dan mengganggu sistem endokrin, serta secara sangat mengurangi jumlah sperma pada ikan nyamuk jantan (Gambusia affinis). Triclocarban terbukti beracun bagi mamalia dan menyebabkan methemoglobinemia pada manusia (keadaan dimana hemoglobin dalam darah tidak lagi dapat mengangkut oksigen). Meskipun semua jenis pengawet ini telah dipergunakan secara luas, namun masih sedikit pengetahuan masyarakat tentang penggunaan bahan-bahan tersebut dalam bahan pangan, khususnya pada ikan. Bahan-bahan tersebut juga berbahaya bagi lingkungan, khususnya pada ekosistem perairan.

Nah, itulah bahaya yang dapat kita peroleh ketika mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi bahan-bahan ini. Memang dampaknya belum kita rasakan ketika mengkonsumsinya, namun akan sangat terasa beberapa tahun kemudian jika kita mengkonsumsinya secara terus menerus. Bahan kimia tersebut akan terakumulasi dalam tubuh kita dan lama kelamaan akan merusak sistem organ pada tubuh kita secara perlahan-lahan. Jadi, sebaiknya mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan yang akan kita konsumsi, lebih telitilah dalam memilihnya. Selain itu proses pengolahannya pun harus benar agar kandungan gizi yang terdapat dalam bahan pangan tersebut tidak hilang.

Disarikan oleh:
Devi Yuniar Prestiana
Program Studi Teknologi Pangan
Fakultas Peternakan dan Pertanian
Universitas Diponegoro Semarang

Diedit oleh:
A. N. Al-Baarri
Pemerhati Teknologi Pangan Indonesia

Sumber pustaka:
Babu Rajendran Ramaswamy, Joon-Woo Kim, Tomohiko Isobe, Kwang Hyeon Chang, Atsuko Amano, Todd W. Miller, Fernando P. Siringan, Shinsuke Tanabe. 2011. Determination of preservative and antimicrobial compounds in fish from Manila Bay, Philippines using ultra high performance liquid chromatography tandem mass spectrometry, and assessment of human dietary exposure. Journal of Hazardous Materials 192:1739–1745

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Sunday, January 13, 2013

Seminar Nasional Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia 2013

Industri peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam sistem perekonomian Indonesia.
Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang menjadi incaran produsen dari
berbagai negara, karena potensi besarnya dalam bidang peternakan, sebagai penyuplai sumber
protein hewani sumber pencerdas bangsa.

Industri peternakan yang menjadi salah satu penopang penting dalam pertumbuhan
perekonomian Indonesia juga tetap tumbuh dengan baik. Hal ini dipicu oleh antara lain laju
pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan penduduk, yang berarti perlu suplai
sumber protein hewani baik dari daging sapi, kerbau, kambing, domba, maupun unggas.
Indonesia dan penduduk Asia pada umumnya memiliki indeks harapan hidup yang makin baik.
Hal ini merupakan pangsa pasar tersendiri bagi produk peternakan, karena penduduk seperti itu
mempunyai daya beli kuat terhadap sumber-sumber protein hewani, tidak sekadar asal
kenyang.

Perubahan demografi juga terlihat dari makin banyaknya penduduk berusia muda yang lebih
maju, profesional, dan berpendapatan lebih baik, yang tentu lebih menyukai produk sumber
protein hewani, daripada produk makanan sumber karbohidrat. Hal ini menjadi tantangan
khusus bagi para pelaku industri peternakan baik di sektor ruminansia maupun non ruminansia
dalam menyediakan produk pangan sesuai dengan permintaan pasar tersebut.

Berkaitan dengan hal ini, maka sangat tepat untuk diadakan seminar nasional guna membahas hal ini. Seminar ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) dan akan berlangsung pada tanggal 17 Januari 2013 di Hotel Swiss-Belhotel, Mangga Besar Jakarta, Jl. RA Kartini 57 JAKARTA, Telp. 021-6393 888. Informasi lebih lanjut, silakan klik link ini: http://www.livestockreview.com/2013/01/pb-ispi-siap-gelar-seminar-outlook-industri-peternakan-pada-17-januari-2013/

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Monday, January 7, 2013

Aktivis Pangan Nasional (Dr. Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA) Meninggal Dunia

Tanggal 5 Januari 2013 dunia pangan nasional telah kehilangan salah satu aktivis pangan, Dr. Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA. Beliau adalah staff pengajar Departemen llmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan IPB. Almarhumah adalah istri Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc dan diberitakan telah meninggal dunia pada tanggal 5 Januari 2013 pukul 23.15 di Rumah Sakit Karya Bhakti.

Prestasi beliau dalam bidang pangan dinilai sangat besar. Tahun lalu, tepatnya tanggal 4 Juli 2012, beliau mendapatkan penghargaan WANASARA Kategori AHLI. Penghargaan ini diberikan sebagai kampanye peningkatan gizi masyarakat melalui protein hewani susu, daging, telur dan ikan. Penghargaan akan diberikan di Jakarta Convention Center dan dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat

Segenap pengurus IFT Community turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya beliau. Semoga arwah beliau dapat diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan amal dan ibadahnya. Mari kita teruskan upaya peningkatan gizi yang telah dilakukan beliau untuk kemajuan pangan di Indonesia.

Sumber:
http://173.236.44.34/~lppmipb/index.php?option=com_content&view=article&id=2969:berita-duka&catid=39:warta-lppm&Itemid=18
http://www.lppm.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2819:penghargaan-wanasara-&catid=39:warta-lppm&Itemid=18

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

Potret Persusuan di Tahun 2012

Membuka pembicaraan di awal tahun, berikut ini adalah gambaran masalah persusuan di Jawa Tengah tahun 2012. Produksi susu segar secara nasional hingga tahun 2012, hanya mampu mampu mensuplai 30 persen kebutuhan susu segar di Indonesia. Mungkin diantara ada yang bertanya, mengapa konsumsi susu ini banyak sekali? Ya, konsumsi susu di Indonesia ternyata didominasi oleh konsumsi susu bubuk, bukan susu cair. Lalu, untuk memenuhi 70% kebutuhan susu, adalah dari impor. Sungguh sangat disayangkan, negeri yang kaya rumput gajah dan rumput raja, sampai kekurangan susu.

Masalah persusuan nasional, bukan hanya kekurangan volume produksi, namun juga masalah kualitas susu segar yang masih rendah. Jika dilihat dari volume produksi, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakeswan) Jawa Tengah 2012, produksi susu sapi di Jawa Tengah mencapai 280.000 liter per hari. Produksi susu sebanyak 200.000 liter dialokasikan untuk industri pengolahan susu (IPS). Lalu sebanyak 80 liter untuk alokasi konsumsi masyarakat secara langsung dan untuk keperluan konsumsi pedhet.

Kualitas susu yang masih rendah, juga merupakan masalah kedua. Dibandingkan dengan angka kuman susu segar di Malaysia, angka kuman di Indonesia masih sangat rendahtinggi (thanks to Lann), yaitu mencapai 1 juta CFU/ml, sementara di Mayaysia hanya berkisar 0,2 juta CFU/ml. Permasalahan yang ketiga ada pada harga jual susu di tingkat peternak juga masih sangat rendah. Susu sapi segar hanya dihargai sebesar Rp. 3.400 per liter. Harga ini jika dibandingkan dengan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, yang mencapai diatas Rp. 6.400 dan harga di Thailand mencapai Rp. 5.600 per liter, sungguh sangat nyata bedanya.

Oleh karena itu, pemecahan masalah persusuan di Jawa Tengah, hendaknya terintegrasi pada tiga masalah tersebut. Bagaimana kondisi persususan di Jawa Tengah pada tahun 2013 ini? mari terus simak perkembangannya. Mungkin usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi susu segar langsung dari peternak yang terpercaya. Tidak ada yang melebihi keunggulan nutrisi yang ada didalam susu segar.

Disusun oleh Ahmad N Al-Baarri
Pemerhati persusuan di Indonesia
email penulis: omalbari@yahoo.co.id

Sumber:
A. R. Pitakasari, Republika 2012
P. Saptono, Suara Karya 2012
FAO, 2008
Malaysiainfo, 2008
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

ShareThis