Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan | Feed

Monday, January 7, 2013

Potret Persusuan di Tahun 2012

Membuka pembicaraan di awal tahun, berikut ini adalah gambaran masalah persusuan di Jawa Tengah tahun 2012. Produksi susu segar secara nasional hingga tahun 2012, hanya mampu mampu mensuplai 30 persen kebutuhan susu segar di Indonesia. Mungkin diantara ada yang bertanya, mengapa konsumsi susu ini banyak sekali? Ya, konsumsi susu di Indonesia ternyata didominasi oleh konsumsi susu bubuk, bukan susu cair. Lalu, untuk memenuhi 70% kebutuhan susu, adalah dari impor. Sungguh sangat disayangkan, negeri yang kaya rumput gajah dan rumput raja, sampai kekurangan susu.

Masalah persusuan nasional, bukan hanya kekurangan volume produksi, namun juga masalah kualitas susu segar yang masih rendah. Jika dilihat dari volume produksi, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakeswan) Jawa Tengah 2012, produksi susu sapi di Jawa Tengah mencapai 280.000 liter per hari. Produksi susu sebanyak 200.000 liter dialokasikan untuk industri pengolahan susu (IPS). Lalu sebanyak 80 liter untuk alokasi konsumsi masyarakat secara langsung dan untuk keperluan konsumsi pedhet.

Kualitas susu yang masih rendah, juga merupakan masalah kedua. Dibandingkan dengan angka kuman susu segar di Malaysia, angka kuman di Indonesia masih sangat rendahtinggi (thanks to Lann), yaitu mencapai 1 juta CFU/ml, sementara di Mayaysia hanya berkisar 0,2 juta CFU/ml. Permasalahan yang ketiga ada pada harga jual susu di tingkat peternak juga masih sangat rendah. Susu sapi segar hanya dihargai sebesar Rp. 3.400 per liter. Harga ini jika dibandingkan dengan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, yang mencapai diatas Rp. 6.400 dan harga di Thailand mencapai Rp. 5.600 per liter, sungguh sangat nyata bedanya.

Oleh karena itu, pemecahan masalah persusuan di Jawa Tengah, hendaknya terintegrasi pada tiga masalah tersebut. Bagaimana kondisi persususan di Jawa Tengah pada tahun 2013 ini? mari terus simak perkembangannya. Mungkin usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi susu segar langsung dari peternak yang terpercaya. Tidak ada yang melebihi keunggulan nutrisi yang ada didalam susu segar.

Disusun oleh Ahmad N Al-Baarri
Pemerhati persusuan di Indonesia
email penulis: omalbari@yahoo.co.id

Sumber:
A. R. Pitakasari, Republika 2012
P. Saptono, Suara Karya 2012
FAO, 2008
Malaysiainfo, 2008
------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via online di http://publikasi.ift.or.id/kirim-artikel atau http://journal.ift.or.id/node/14.

1 comments:

Pada paragraf ke 3 "angka kuman di Indonesia masih sangat rendah" harusnya masih sangat tinggi. Karena kalo rendah berarti bagus.

Post a Comment

ShareThis

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...