Tuesday, June 25, 2013

Ketika jurnal tidak lagi menjadi rujukan ilmiah

Beribu-ribu jurnal kini dapat dengan mudah ditemukan dan angka itu selalu bekembang dari waktu ke waktu. Data yang dikumpulkan semakin lama semakin bertumpuk dan nilai kemanfaatannya makin lama makin sedikit. Pada saat itulah, jurnal tidak lagi menjadi kebutuhan sebuah peneliti. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi penelitian yang berhubungan dengan penelitian yang berkesinambungan seperti penelitian DNA adau genetik.

Menurut Atul Butte dari Sanford University School of Medicine, peningkatan kekayaan dana di bank hanya 1% pertahun namun peningkatan kekayaan data bidang genetik dapat mencapai dua kali lipatnya. Oleh karena itu, maka yang akan menjadi trend adalah bukan lagi jurnal melainkan repository. Berbagai macam repository telah tersedia bahkan dapat diakses dengan mudah. Bukan saja perkembangan repository saja, perkembangan produk modifikasi DNA juga telah banyak ditemukan di web seperti tikus dengan perlakuan tertentu. Terdapat suatu web yang menjual tikus dengan perlakuan khusus yang dapat digunakan untuk penelitian lanjutan dengan harga yang fantastis.

------------------------------------
Website http://ift.or.id ini merupakan top search artikel pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan kepada kami. Artikel Anda dapat segera menjadi artikel populer di Indonesia. Pengiriman artikel (untuk web maupun untuk jurnal) hanya akan dilayani via sistem online di http://journal.ift.or.id

0 comments:

Post a Comment

ShareThis

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...