Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan | Feed

Sunday, July 26, 2015

Penyakit akibat Pangan pada Anak Pasca Liburan Lebaran


Libur lebaran tahun 2015 ini dapat dikatakan sebagai libur yang panjang, karena bertepatan dengan masa libur anak-anak sekolah, sehingga arus mudik dan arus balik juga mengikuti masa libur ini. Hal ini dapat dilihat bahwa arus balik pasca lebaran tahun ini, hingga 10 hari setelah hari raya idul fitri. Dibalik ramainya arus balik ini ternyata banyak hal tentang kesehatan yang terjadi terutama pada si kecil oleh karena adanya kondisi yang tidak nyaman dan kondisi lelah menjalani kegiatan liburan. Kondisi kesehatan yang menurun ini akan bertambah repot ketika rumah sakit juga penuh oleh karena banyaknya pasien dan para dokter serta perawat belum kembali dari acara liburan mereka. Berikut ini adalah ulasan mengenai kegiatan pada anak yang berpotensi menimbulkan sakit dan cara pencegahannya agar segera sembuh dan terhindar dari sakit.

1. Banyak makan yang manis tanpa sadar
Makanan manis sangatlah disukai oleh anak-anak dan selalu tersedia pada hidangan lebaran terutama untuk anak-anak. Setiap kunjungan ke rumah sanak-saudara, pasti yang akan dihidangkan dan yang akan disukai adalah makanan yang manis, sedangkan rasa manis pada makanan bersumber pada dua macam: yaitu gula alami dan gula buatan. Gula selain dikenal sebagai pemanis, juga dikenal sebagai pengawet alami, sehingga makanan yang manis pada umumnya adalah makanan bukan fresh atau baru, melainkan makanan yang sudah lama. Kondisi makanan yang sudah lama ini, dapat menimbulkan gangguan kesehatan karena kuman sebenarnya sudah pada ambang batas maksimal. Hal inilah yang menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan seperti batuk dan pilek sebagai akibat makan-makanan manis yang terlalu banyak. Selain itu, banyak pemanis buatan yang menyebabkan "nausal problem" dan banyak gejala seperti: kering pada bibir, tenggorokan, munculnya sakit kepala. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan yang manis untuk anak.

2. Banyak makan buah atau hijauan secara tidak berimbang
Mungkin sangat jarang dijumpai makan-makanan yang mengandung serat atau hijauan pada hidangan lebaran, akan tetapi banyak dijumpai buah-buahan di sela-sela hidangan lebaran. Ketika sang anak berkunjung dari satu rumah ke rumah lain, mungkin akan banyak makan, dan akan terasa kenyang. Namun ketika anak melihat tersedia jus alpukat, anggur, manisan salak, jeruk, maka si kecil pasti akan berminat. Inilah penyebab utama perut terasa "sebah" atau penuh oleh gas dan kemudian muntah-muntah. Pastikan si kecil mengkonsumsi jangan terlalu banyak buah-buahan terutama yang dapat menyebabkan perubahan asam lambung secara spontan seperti salak, alpukat, kelengkeng, dan nanas. Kebanyakan orang tua berpikir bahwa buah tersebut berdampak baik pada anak, namun bisa jadi malah sebaliknya, anak mengalami muntah-muntah dan perut kembung. Oleh karena itu atur dengan sebaik-baiknya volume buah-buahan yang masuk perut anak agar tidak terlalu banyak dikonsumsi. Gejala lain yang kemudian muncul adalah mencret jika tidak segera ditangani dengan baik. Jika sang anak sudah dalam kondisi mencret, maka jangan langsung diberi obat anti mencret, namun lebih baik diberi larutan gula-garam dan minum air hangat agak panas sebanyak-banyaknya. Setelah itu, sang anak dapat diberi obat anti kembung. Jika sang anak melakukan buang air besar berulang kali, jangan cemas, segera ikuti dengan minum air sebanyak mungkin dan mengkonsumsi makanan yang lebih banyak karbohidratnya, seperti nasi dan bubur kacang hijau. Proses buang air besar juga merupakan proses pengobatan untuk mengeluarkan kotoran yang menganggu perut.

3. Makan tidak dalam kondisi higienis
Secara alami, sang anak pasti akan bermain dan akan memegang apa saja yang dimainkannya, termasuk memegang binatang piaraan dan tanpa sadar mereka akan makan tanpa cuci tangan. Mungkin jika tidak dalam kondisi yang lelah, sang anak dapat tahan terhadap serangan kuman akibat tangan kotor, namun dalam suasana lebaran, kondisi anak pasti lelah dan daya tahan tubuh menurun. Kondisi inilah yang menyebabkan anak mencret secara tiba-tiba dan sakit kepala. Nah dua gejala ini perlu dicermati dengan gejala sebelumnya yang disertai dengan kembung terlebih dahulu. Jika kondisi ini muncul, maka perlu segera ke dokter untuk mendapat perawatan karena perut telah terinfeksi dengan kuman. Agar terhindar dari penyakit ini, hendaknya selalu memastikan tangan sang anak dalam keadaan bersih sebelum mereka makan apapun.

Penulis:
Ahmad N. A.
Pemerhati masalah pangan.


---------------------
Website ift.or.id ini merupakan top search website pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan Anda kepada kami karena akan segera dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via portal ini.

0 comments:

Post a Comment

ShareThis

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...