Dari Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan

International Symposium on Food and Agro-biodiversity 2014

Internasional Simposium ini dilaksanakan pada tanggal 16-17 September 2014 di Semarang, Indonesia dan prosiding akan diterbitkan oleh ELSEVIER. Booking tiket Anda dengan mendaftarkan JUDUL ARTIKEL disini. Panitia hanya menerima maksimum 100 artikel ...

Portal Khusus Tanya Jawab Pangan

Portal ini ditujukan untuk memberikan ruang untuk bertanya kepada ahli tentang segala hal yang berhubungan dengan bidang pangan.

Portal Khusus Informasi Pangan Indonesia

Portal ini khusus untuk memuat artikel berupa berita serta tulisan ilmiah singkat populer yang ditujukan untuk masyarakat luas.

Jurnal pangan kami telah diakui LIPI dan sesuai kaidah DIKTI

Anda tidak perlu khawatir lagi terhadap kriteria dari LIPI dan DIKTI karena jurnal kami, sudah masuk dalam list jurnal yang diakui LIPI. Sejak pertama kali terbit, jurnal kami sudah online sehingga mudah untuk di track sesuai standar DIKTI.

Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan

Indonesian Food Technologist Community selalu menampilkan artikel yang menarik untuk disimak dan dikemas dalam sebuah jurnal yang bernama Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan (free access journal).

Sunday, July 26, 2015

Penyakit akibat Pangan pada Anak Pasca Liburan Lebaran


Libur lebaran tahun 2015 ini dapat dikatakan sebagai libur yang panjang, karena bertepatan dengan masa libur anak-anak sekolah, sehingga arus mudik dan arus balik juga mengikuti masa libur ini. Hal ini dapat dilihat bahwa arus balik pasca lebaran tahun ini, hingga 10 hari setelah hari raya idul fitri. Dibalik ramainya arus balik ini ternyata banyak hal tentang kesehatan yang terjadi terutama pada si kecil oleh karena adanya kondisi yang tidak nyaman dan kondisi lelah menjalani kegiatan liburan. Kondisi kesehatan yang menurun ini akan bertambah repot ketika rumah sakit juga penuh oleh karena banyaknya pasien dan para dokter serta perawat belum kembali dari acara liburan mereka. Berikut ini adalah ulasan mengenai kegiatan pada anak yang berpotensi menimbulkan sakit dan cara pencegahannya agar segera sembuh dan terhindar dari sakit.

1. Banyak makan yang manis tanpa sadar
Makanan manis sangatlah disukai oleh anak-anak dan selalu tersedia pada hidangan lebaran terutama untuk anak-anak. Setiap kunjungan ke rumah sanak-saudara, pasti yang akan dihidangkan dan yang akan disukai adalah makanan yang manis, sedangkan rasa manis pada makanan bersumber pada dua macam: yaitu gula alami dan gula buatan. Gula selain dikenal sebagai pemanis, juga dikenal sebagai pengawet alami, sehingga makanan yang manis pada umumnya adalah makanan bukan fresh atau baru, melainkan makanan yang sudah lama. Kondisi makanan yang sudah lama ini, dapat menimbulkan gangguan kesehatan karena kuman sebenarnya sudah pada ambang batas maksimal. Hal inilah yang menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan seperti batuk dan pilek sebagai akibat makan-makanan manis yang terlalu banyak. Selain itu, banyak pemanis buatan yang menyebabkan "nausal problem" dan banyak gejala seperti: kering pada bibir, tenggorokan, munculnya sakit kepala. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan yang manis untuk anak.

2. Banyak makan buah atau hijauan secara tidak berimbang
Mungkin sangat jarang dijumpai makan-makanan yang mengandung serat atau hijauan pada hidangan lebaran, akan tetapi banyak dijumpai buah-buahan di sela-sela hidangan lebaran. Ketika sang anak berkunjung dari satu rumah ke rumah lain, mungkin akan banyak makan, dan akan terasa kenyang. Namun ketika anak melihat tersedia jus alpukat, anggur, manisan salak, jeruk, maka si kecil pasti akan berminat. Inilah penyebab utama perut terasa "sebah" atau penuh oleh gas dan kemudian muntah-muntah. Pastikan si kecil mengkonsumsi jangan terlalu banyak buah-buahan terutama yang dapat menyebabkan perubahan asam lambung secara spontan seperti salak, alpukat, kelengkeng, dan nanas. Kebanyakan orang tua berpikir bahwa buah tersebut berdampak baik pada anak, namun bisa jadi malah sebaliknya, anak mengalami muntah-muntah dan perut kembung. Oleh karena itu atur dengan sebaik-baiknya volume buah-buahan yang masuk perut anak agar tidak terlalu banyak dikonsumsi. Gejala lain yang kemudian muncul adalah mencret jika tidak segera ditangani dengan baik. Jika sang anak sudah dalam kondisi mencret, maka jangan langsung diberi obat anti mencret, namun lebih baik diberi larutan gula-garam dan minum air hangat agak panas sebanyak-banyaknya. Setelah itu, sang anak dapat diberi obat anti kembung. Jika sang anak melakukan buang air besar berulang kali, jangan cemas, segera ikuti dengan minum air sebanyak mungkin dan mengkonsumsi makanan yang lebih banyak karbohidratnya, seperti nasi dan bubur kacang hijau. Proses buang air besar juga merupakan proses pengobatan untuk mengeluarkan kotoran yang menganggu perut.

3. Makan tidak dalam kondisi higienis
Secara alami, sang anak pasti akan bermain dan akan memegang apa saja yang dimainkannya, termasuk memegang binatang piaraan dan tanpa sadar mereka akan makan tanpa cuci tangan. Mungkin jika tidak dalam kondisi yang lelah, sang anak dapat tahan terhadap serangan kuman akibat tangan kotor, namun dalam suasana lebaran, kondisi anak pasti lelah dan daya tahan tubuh menurun. Kondisi inilah yang menyebabkan anak mencret secara tiba-tiba dan sakit kepala. Nah dua gejala ini perlu dicermati dengan gejala sebelumnya yang disertai dengan kembung terlebih dahulu. Jika kondisi ini muncul, maka perlu segera ke dokter untuk mendapat perawatan karena perut telah terinfeksi dengan kuman. Agar terhindar dari penyakit ini, hendaknya selalu memastikan tangan sang anak dalam keadaan bersih sebelum mereka makan apapun.

Penulis:
Ahmad N. A.
Pemerhati masalah pangan.


---------------------
Website ift.or.id ini merupakan top search website pangan di Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengirimkan artikel pangan Anda kepada kami karena akan segera dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengiriman artikel hanya akan dilayani via portal ini.

Tuesday, June 23, 2015

One Day Workshop on Food Product Development di Unika Semarang

Dalam rangka menyambut dies natalis ke-20 Fakultas Teknologi Pertanian dan dies natalis Program Master Teknologi Pangan, maka Unika Soegijapranata Semarang akan menyelenggarakan One Day Workshop on Food Product Development pada tanggal 25 Juni 2015 yang dimulai dari jam 08.00-16.00 di Ruang Seminar Gedung ALbertus lantai 2.

Kesempatan ini diberikan kepada para mahasiswa, dosen, peneliti, dan umum untuk dapat mendaftar melalui kontak person dengan nomor 087836358559.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Artikel ini disusun oleh kontributor IFTCommunity.
Ingin menjadi kontributor? Jika berminat, silakan ajukan lamaran Anda untuk menjadi kontributor IFTC melalui email: redaksi@ift.or.id

Monday, June 15, 2015

Teh sebaiknya disimpan dimana?

Teh hitam dan teh hijau sebaiknya disimpan dimana? Ternyata pertanyaan ini menimbulkan banyak jawaban. Bahkan ada juga jawaban yang mengatakan bahwa sebaiknya teh tidak disimpan dalam kulkas. Aninda Ayu Arizka dan Joko Daryatmo dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, telah berhasil meneliti pengaruh pengemasan dan suhu penyimpanan terhadap kualitas teh hitam dan teh hijau. Penelitian ini nampaknya dapat menjawab pertanyaan tentang penyimpanan teh tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan teh pada suhu 10˚C dinilai lebih mampu mempertahankan kualitas teh dan hitam dibandingkan penyimpanan pada suhu 30˚C. Jenis pengemas "paper sack" merupakan kemasan yang berpotensi paling baik dalam mempertahankan kualitas teh.

Artikel penelitian ini dapat dibaca teks lengkapnya dan dapat di download secara gratis melalui website jurnal pangan kami: http://journal.ift.or.id volume 4 nomor 4 tahun 2015. Link secara langsung untuk mendapatkan artikel ini adalah: http://journal.ift.or.id/node/183

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Artikel ini disusun oleh kontributor IFTCommunity.
Ingin menjadi kontributor? Jika berminat, silakan ajukan lamaran Anda untuk menjadi kontributor IFTC melalui email: redaksi@ift.or.id

Thursday, May 21, 2015

Mana yang lebih baik untuk uji antioksidan: ABTS atau DPPH?

Seiring dengan meningkatnya kasus penyakit kanker, maka beberapa produk pangan sebagai sumber antioksidan, kini makin banyak digali potensinya dan makin banyak diteliti. Hampir setiap senyawa bioaktif dalam pangan, selalu dikaitkan dengan aktivitas antioksidannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai uji antioksidan dengan menggunakan dua senyawa populer: DPPH dan ABTS.

Kedua senyawa ini terbukti mampu untuk memberikan indikator kapasitas antioksidan dan lazim digunakan untuk analisis antioksidan pada bahan atau produk pangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 50 buah-buahan yang berpotensi memberi efek antioksidan, maka didapat hasil bahwa jika dibandingkan dengan DPPH, maka uji antioksidan dengan menggunakan ABTS ternyata lebih memberikan korelasi positif dengan oxygen radical absorbance capacity (atau ORAC), kadar fenol, dan kadar flavonoid.

Disamping itu, hasil analisis antioksidan dengan menggunakan ABTS dapat memberikan hasil yang lebih tinggi daripada pengujian dengan menggunakan DPPH. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa uji antioksidan dengan menggunakan ABTS ternyata mampu memberikan indikator antioksidan yang lebih baik daripada DPPH.

Artikel ini disarikan dari artikel dengan judul "Comparison of ABTS/DPPH assays to measure antioxidant capacity in popular antioxidant-rich US foods" yang telah dipublikasikan oleh Journal of Food Composition and Analysis Volume 24 Issue 7, p 1043-1048 November 2011.

-------------------------------------------------------

Cara menyadur artikel ini:
Indonesian Food Technologists. 2015. Mana yang lebih baik untuk uji antioksidan: ABTS atau DPPH? Newsletter IFT Edisi Mei 2015.

Tuesday, May 5, 2015

Susu kecipir dan potensinya untuk bahan pangan sumber protein

Rendahnya atensi masyarakat terhadap pemanfaatan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) sebagai sumber protein alternatif disebabkan oleh rasa langu dari biji kecipir yang telah diproses. Para peneliti dari Program Studi Teknologi Pangan Program Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, yaitu Chiara Wijaya, Leonardus Broto Sugeng Kardono, Jeremia Manuel Halim telah berhasil untuk memperoleh metode untuk meningkatkan akseptabilitas susu kecipir dengan penambahan bahan penstabil dan jus jahe.

Penelitian ini berhasil dipublikasikan dalam Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Volume 4 Nomor 4 tahun 2015 yang dapat diperoleh artikel lengkapnya melalui link ini: http://journal.ift.or.id/node/182. Para penelitia ini mencoba untuk mengukur penerimaan konsumen terhadap aroma, rasa, viskositas, dan akseptabilitas susu kecipir secara keseluruhan setelah berbagai proses dilakukan.

Silakan download full artikelnya melalui link yang telah disediakan tersebut. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan akan memuat artikel pangan yang aplikatif seperti ini. Oleh karena itu, segera kirimkan artikel pangan Anda melalui portal resmi jurnal: http://journal.ift.or.id.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Artikel ini disusun oleh kontributor IFTCommunity.
Ingin menjadi kontributor? Jika berminat, silakan ajukan lamaran Anda untuk menjadi kontributor IFTC melalui email: redaksi@ift.or.id

ShareThis